Rusuh di Papua
BREAKING NEWS: 300 Warga Tinggakan Wamena, 600 Orang Masih Bertahan, Aktivitas Mulai Normal
Sebanyak 300 orang lebih masyarakat Minang atau asal Sumatera Barat (Sumbar) telah meninggalkan Wamena, Papua, Senin (30/9/2019).
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Sebanyak 300 orang lebih masyarakat Minang atau asal Sumatera Barat (Sumbar) telah meninggalkan Wamena, Papua, Senin (30/9/2019).
Sementara diperkirakan masih ada sekitar 600 lebih warga lainnya yang masih berada di Wamena Papua. Belum diperoleh penjelasan mereka yang masih di Wamena apakah bertahan atau menyusul 300 warga Minang tersebut.
Hal itu diungkapkan oleh Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Keluarga Minang (IKM) Kabupaten Jayawijaya, Wamena, Papua Nofri Zendra menyebut situasi dan kondisi di Wamena sudah mulai kondusif.
"Memang dari awal, kalau untuk keamanan hanya di saat 23 September 2019 saja yang ada kerusuhan," kata Nofri Zendra kepada TribunPadang.com, Senin (30/9/2019).
• Soal Rusuh di Wamena Papua, Jokowi Imbau Warga Tak Eksodus ke Luar Daerah
Namun, Nofri Zendra mengatakan pasca kerusuhan tidak sedikit masyarakat, yang memilih untuk mengungsi.
"Karena mereka takut dan trauma, makanya memilih mengungsi," sebut Nofri Zendra.
Nofri Zendra menambahkan, masyarakat juga sudah mulai beraktivitas normal kembali pasca kerusuhan.
"Hari ini aktivitas sudah mulai berjalan di Wamena. Seluruh toko sudah mulai buka di dalam kota," kata Nofri Zendra.
Nofri Zendra menyebutkan sebanyak 300 orang lebih masyarakat Minang sudah meninggalkan Wamena.
Sejauh ini lanjutnya masih tercatat, sekitar 600 lebih masih berada di Wamena Papua.
"Jumlah warga Minang di Wamena diperkirakan 900 lebih. Tadi malam (Minggu 29/9/2019) saya menerima data, ada 194 orang perantau Minang mengungsi di Sentani Jayapura. Kemudian satu jam lalu bertambah 63 orang," tutur Nofri Zendra.
• Seorang Dokter Tewas saat Kerusuhan di Wamena, Polri Sebut Pihaknya Siap Kawal Petugas Medis
Terpisah, Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Barat (Sumbar), Nasrul Abit menyambangi perantau Minang yang berada di sejumlah pos pengungsian di Wamena Kabupaten Jayawijaya, Papua, Minggu (29/9/2019) pagi.
Di antaranya berada di Markas Komando Distrik Militer Wamena.
Kunjungan mantan Bupati Pesisir Selatan dua periode tersebut guna memastikan kondisi terkini dan data perantau Minang yang berada di Wamena pasca kerusuhan 23 September lalu.
Selain itu, ia berharap kedatangan dia setidaknya bisa mengobati kesedihan masyarakat Minang di Wamena.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/massa-pengunjuk-rasa-bakar-kantor-bupati-jayawijaya-di-wamena-papua-senin-2392019.jpg)