Demo Tolak RKUHP dan RUU KPK
Polisi Bantah Ucapan Ananda Badudu soal Mahasiswa Diproses Tak Etis: Jangan Timbulkan Pidana Baru
Humas Polda Metro Argo Yuwono menanggapi ucapan Aktivis HAM Ananda Badudu yang menyebut mahasiswa peserta aksi demo yang ditanggap diproses tak etis.
Penulis: Roifah Dzatu Azma
Editor: Ananda Putri Octaviani
Disebutkannya ada empat ornaqg tamu yang merupakan penyidik Polda Metro Jaya yang dipimpin polisi bernama Eko.
Dikatakannya saat itu Eko menunjukan kartu dan lencana polisi.
Namun ketiga rekan lainya tak menggunakan seragam dan tak menunjukan identitas.
Ananda lantas dibawa tanpa perlawanan ke kantor Resmob Polda Metro Jaya sekitar pukul 04.55 WIB dengan mobil Toyota Avanza Putih didampingi kawannya.
Kemudian pukul 07.07 WIB, Ananda masih berada di Polda Metro Jaya didampingi para kuasa hukumnya dari sejumlah organisasi, yakni KontraS, LBH Jakarta, LBH Pers dan Amnesty International Indonesia.
• Lihat Mahasiswa Diperiksa secara Tak Etis di Kantor Polisi, Ananda Badudu: Mereka Butuh Pertolongan
Ananda Badudu kemudian dibebaskan dan keluar dari gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya pada pukul 10.17 WIB.
Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com pada Jumat, Ananda Badudu mengungkap sejumlah mahasiswa yang kini tengah diperiksa polisi.
Ananda Badudu menjelaskan banyak mahasiswa yang saat ini tengah melakukan proses hukum tanpa pendampingan.
Selain itu, mereka disebut diperlakukan kurang etis.
"Saya salah satu orang yang beruntung punya privilege untuk bisa segera dibebaskan. Tapi di dalam saya lihat banyak sekali mahasiswa yang diproses tanpa pendampingan, diproses dengan cara-cara tidak etis," ujar Ananda Badudu.
Sehingga, mantan wartawan Tempo ini meminta agar ada pihak-pihak yang mau menolong mereka.
"Mereka butuh pertolongan lebih dari saya," imbuhnya sambil menahan tangis.

Ananda Badudu Buka Donasi Aksi
Ananda Badudu menjadi pengumpul dana ratusan juta untuk para aksi demonstran mahasiswa.
Pantauan TribunWow.com pada pukul 15.00 WIB Jumat (27/9/2019), donasi yang dikumpulkan telah mencapai Rp 175.696.688 dari target dana Rp 50 juta.