Breaking News:

Dandhy Laksono Dijerat Ujaran Kebencian

Dandhy Laksono Jadi Tersangka Ujaran Kebencian soal Papua, Kuasa Hukum: Ini Bentuk Pembungkaman

Sutradara film dokumenter 'Sexy Killers', Dandhy Dwi Laksono ditangkap oleh kepolisian. Meski dilepaskan, Dandhy Dwi Laksono kini berstatus tersangka.

Penulis: Mariah Gipty
Editor: Lailatun Niqmah
Kompas.com
Sutradara film dokumenter Sexy Killers, Dandhy Dwi Laksono baru saja ditangkap oleh kepolisian terkait cuitan soal Papua di Twitter. 

Akibatnya, Dandhy terancam dipidana dengan Pasal 28 Ayat (2) jo Pasal 45A Ayat (2) Undang-undang Informasi dan Tranksaksi Elektronik tentang penyebaran ujaran kebencian terhadap individu atau suatu kelompok berdasarkan suku, agama, ras, dan antar-golongan (SARA).

Profil Dandhy Laksono

Dandhy Dwi Laksono merupakan pendiri pembuat film-film dokumenter WatchDoc.

WatchDoc populer saat viral film 'Sexy Killers' beberapa waktu lalu.

'Sexy Killers' menjadi kotroversial lantaran mencuat beberapa haru sebelum Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Selain 'Sexy Killers', film berjudul 'Rayuan Pulau Palsu' juga sempat menuai kontroversi.

Dandhy saat ini juga tergabung dalam Aliansi Jurnalis Independen (AJI).

Dandhy aktif dalam menyuarakan kritik pada pemerintahan, termasuk Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Selain itu, Dandhy sudah beberapa kali bekerja sebagai jurnalis di media cetak hingga online.

 Ini Sejumlah Cuitan di Twitter yang Buat Sutradara Sexy Killers Dandhy Laksono Ditangkap Polisi

Tak berhenti di sana, Dandhy telah menerbitkan sejumlah buku yang mengangkat tema sosial.

Dua di antara buku yang telah ditulis Dandhy adalah Indonesia For Sale dan Jurnalisme Investigasi.

Ia pernah mengelililingi Indonesia di bawah bendera Expedisi Indonesia Biru pada 2015.

Dandhy mengelilingi Indonesia selama 365 hari.

Dikutip dari Kompas.com, Dandhy juga pernah dilaporkan beberapa waktu lalu terkait tulisannya menyamakan Pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi dengan Presiden ke-5 Indonesia, Megawati Soekarnoputri.

Hal itu diungkapkan Dandhy dalam opini berjudul San Suu Kyi dan Megawati.

Halaman
123
Tags:
Dandhy Dwi LaksonoDandhy Laksono Dijerat Ujaran KebencianDandhy LaksonoUjaran kebencian
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved