Terkini Nasional
Almarhum BJ Habibie Dapat Julukan Mr Crack, Ini Alasannya
Bacharuddin Jusuf Habibie (BJ Habibie) terkenal dengan kejeniusan dan kisah romantisnya. Temuannya sudah diakui oleh dunia, yakni Crack Progression.
Penulis: Rusintha Mahayu
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
Dalam keterangan unggahan disebutkan untuk pesawat bisa terbang, diperlukan material aluminium dikombinasikan dengan baja.
Setelah titik keretakan sayap pesawat bisa dihitung, maka derajat SF bisa diturunkan.
Dengan mengurangi porsi baja, dan aluminium yang makin dominan dalam pesawat, maka badan pesawat menjadi lebih ringan.
Hal inilah yang disebut dengan Faktor Habibie.
Kelebihan dari Faktor Habibie yakni, bisa meringankan bobot pesawat tanpa berat penumpang dan bahan bakar.
Dengan menyusupkan material komposit ke dalam tubuh pesawat, bisa meringankan hingga 10 persen dari bobot sebelumnya, bahkan angka penurunan mencapai 25 persen.
• Warga Jakarta Hormat dan Lambaikan Tangan saat Mobil Jenazah BJ Habibie Melintas
Tak hanya itu, Faktor habibie ternyata juga berperan penting dalam pengembangan teknologi dari penggabungan per bagian kerangka pesawat.
Sehingga, sambungan badan pesawat yang silinder, dengan sisi sayap yang oval, mampu menahan tekanan udara saat pesawat lepas landas.
Begitu juga pada sambungan badan pesawat dengan landing gear yang jauh lebih kokoh.
Sehingga, mampu menahan beban saat pesawat mendarat.
Hal tersebut membuat BJ Habibie mendapat sebutan sebagai 'Mr Crack', yang berperan penting dalam keselamatan transportasi penerbangan.
• Cerita Penggali Makam di TMP Kalibata: Habibie Tidak Pernah Absen Setiap Jumat Ziarah ke Makam Ainun
Pesawat R80 inisiasi BJ Habibie
Presiden ketiga RI, BJ Habibie memiliki cita-cita untuk menyatukan bangsa ini dari Sabang sampai Merauke.
Untuk menyatukan bangsa, ia menciptakan sebuah pesawat terbang untuk menghubungkan negara kepulauan ini.
Tentunya dengan hasil karya anak bangsa itu sendiri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/bj-habibie-muda.jpg)