Breaking News:

Sistem Ganjil Genap Jakarta

Driver Taksi Online Pasrah soal Sistem Ganjil Genap, Dapat Kritik Penumpang dan Pendapatan Menurun

Pengemudi taksi online, Taba Iskandar mengeluhkan adanya perluasan aturan pembatasan kendaraan bermotor berdasarkan nomor polisi ganjil dan genap.

Penulis: Roifah Dzatu Azma
Editor: Claudia Noventa
Capture Kompas Tv
Pengemudi taksi online, Taba Iskandar mengeluhkan adanya perluasan aturan pembatasan kendaraan bermotor berdasarkan nomor polisi ganjil dan genap di DKI Jakarta. 

TRIBUNWOW.COM - Pengemudi taksi online, Taba Iskandar mengeluhkan adanya perluasan aturan pembatasan kendaraan bermotor berdasarkan nomor polisi ganjil dan genap di DKI Jakarta.

Diketahui, Sistem ganjil genap telah resmi diberlakukan di 25 ruas jalan DKI Jakarta, Senin (9/9/2019).

Dalam menghadapi sistem ganjil genap, Taba mengaku harus mencari jalan alternatif agar tidak terkena tilang.

Namun pelanggannya sering kali mengeluhkan waktu tempuh yang menjadi lebih lama.

Hal ini pun menyebabkan mobil taksi pelat ganjilnya harus turun pendapatan di tanggal genap.

"Sementara ini menurun drastis. Kalau genap, biasa enam, diatas Rp 700 ribu kotor," ujar Taba.

Kritik dan Usul Pengamat soal Aturan Ganjil Genap DKI, Menyoal Peran Masyarakat dan Motor Dilibatkan

Pengemudi taksi online, Taba Iskandar mengeluhkan adanya perluasan aturan pembatasan kendaraan bermotor berdasarkan nomor polisi ganjil dan genap di DKI Jakarta.
Pengemudi taksi online, Taba Iskandar mengeluhkan adanya perluasan aturan pembatasan kendaraan bermotor berdasarkan nomor polisi ganjil dan genap di DKI Jakarta. (Capture Kompas Tv)

Sedangkan di tanggal genap, pendapatannya turun hingga Rp 500 ribu.

"Kalau sudah ganjil genap kita enggak bisa pekira-kiraan lah, (dapat) Rp 500 ribu saja kita udah bagus. Itu kotor belum dipotong bensin," paparnya.

Ia pun mengaku hanya bisa pasrah dengan aturan yang telah berlaku.

"Itu tergantung peraturan pemerintah lah, kita enggak bisa apa-apa namanya juga driver ya. Yang pasti kita kesulitan sebagai masyarakat yang membutuhkan," pungkasnya.

Kritik dan Usul Pengamat soal Aturan Ganjil Genap DKI, Menyoal Peran Masyarakat dan Motor Dilibatkan

Tak hanya pengemudi taksi online, keluhan juga dilayangkan oleh pengusaha gas elpiji 3 kilogram Jakarta Barat, Udin.

Hal ini karena ia harus ambil tabung dan sebar ke beberapa pangkalan (penjual) gas di Jakarta Barat, dikutip TribunWow.com dari WartaKotaLive.com, Senin (9/9/2019).

"Karena sistem ini diperluas maka kami sangat mengeluhkan karena gas elpiji 3 kg ini kebutuhan masyarakat setiap hari," ujar Udin.

"Dan harus di antar setiap hari juga oleh kami ke pangkalan dalam artian penyalur resmi, " paparnya pada Sabtu (7/9/2019).

Ia mengaku telah berdiskusi dengan Dinas Perhubungan akan masalah ini.

Halaman 1/2
Tags:
Taksi OnlineSistem Ganjil Genap JakartaDKI Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved