Breaking News:

Rusuh di Papua

Soal Kronologi Bentrok Senjata Massa dan Petugas di Deiyai Papua, Tito Karnavian: Saya Ingin Koreksi

Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengoreksi kronologi mengenai bentrok antarmassa dengan aparat keamanan yang terjadi di Deiyai, Papua.

Penulis: Roifah Dzatu Azma
Editor: Lailatun Niqmah
KOMPAS.com/AMBARANIE NADIA
Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian. Tito Karnavian pada Kamis (5/9/2019) menjelaskan soal kronologi bentrok senjata di Deiyai Papua. 

"Dia mobilisasi informasi yang missed, yang tidak benar. Itu yang dia lakukan di Australia, di Inggris lah," ucap Moeldoko.

"Ini lebih politik karena dia bergerak di front politik dan kami sudah lakukan (komunikasi dengan otoritas Inggris)," tutur mantan Panglima TNI itu.

Sedangkan dirangkum oleh Tribunnews.com, Benny Wenda juga Ketua dari United Liberation Movement for West Papua.

6 Ribu TNI-Polri Turun ke Papua, Najwa Shihab Tanya ke Wiranto: Apakah Memang Perlu Sebanyak Itu?

Organisasi tersebut difokuskan untuk menggalang bantuan bagi kemerdekaan Papua.

Akitivitas Benny Wenda tersebut membuatnya harus meringkuk di terali besi dan dihukum 25 tahun penjara.

Benny Wenda berhasil melarikan diri dari ketatnya penjara Indonesia pada 27 Oktober 2002.

Pelariannya dibantu oleh aktivis Kemerdekaan Papua Barat.

Ia kemudian diselundupkan melintasi perbatasan menuju Papua Nugini.

Benny Wenda dibantu oleh sekelompok LSM Eropa untuk melakukan perjalanan ke Inggris dan aktif mengampanyekan kemerdekaan Papua dari Indonesia dari jarak jauh.

(TribunWow.com)

WOW TODAY:

Tags:
Tito KarnavianDeiyaiMata Najwa
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved