Breaking News:

Seleksi Pimpinan KPK

ICW dan Pansel KPK Debat Panas di Mata Najwa hingga Studio Riuh, Hendardi: Enggak Ngerti Maunya Apa

Pansel capim dan Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW), Kurnia Ramadhana berdebat panas membahas mengenai kritik pansel KPK.

Penulis: Roifah Dzatu Azma
Editor: Ananda Putri Octaviani
YouTube Najwa Shihab
Program Mata Najwa yang bertajuk 'Hidup Mati KPK', dikutip TribunWow.com dari kanal YouTube Najwa Shihab, Rabu (29/8/2019). Di acara tersebut, Anggota Panitia Seleksi (pansel) Calon Pimpinan Komisi Pemberantas Korupsi (KPK), Hendardi dan Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW), Kurnia Ramadhana berdebat panas membahas mengenai kritik pansel KPK. 

"Saya sudah melakukan ini puluhan tahun mas," jawab Hendardi lagi.

"Bukan persoalan puluhan tahun tapi faktanya hari ini, masyarakat memberikan kritik, Pak Hendardi ini resisten," tegas Kurnia kembali.

"Anda yang resisten terhadap calon yang masuk itu," balas Hendardi kembali.

Lihat videonya dari menit ke 2.40:

Sebelumnya, Kurnia menyebutkan sejumlah poin yang harus dikritisi dari Pansel KPK.

Pertama, bahwa Pansel KPK wajib mengumumkan hasil pemilihan capim KPK kepada publik, bukan hanya kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Sudah Tiga Kali Ikuti Uji Seleksi Pimpinan KPK, Roby Arya Sebut Lebih Ketat daripada Sebelumnya

Hal ini disebutnya sesuai kepres yang ada.

"Berisi 'mengumumkan hasil untuk mendapatkan tanggapan masyarakat', jadi jangan seakan pansel menginformasikan ke publik bahwa tugas pansel hanya kepada presiden, tapi kepada publik bahwa publik berhak tahu, apa yang sedang terjadi apa di panitia seleksi. Itu pertama," ujar Kurnia.

Yang kedua, dikatakannya pansel mengabaikan isu integritas.

"Pansel mengabaikan isu integritas, dari mana hal ini timbul, ketika mayoritas penyelenggara negara penegak hukum yang sekarang lolos di pendaftar, ternyata tidak patuh dalam melaporkan harta kekayaan penyelenggara negara," paparnya.

"Lalu terkait rekam jejak, ada yang diduga melanggar kode etik, diduga mengintimidasi penyelenggara KPK, diduga pernah menerima gratifikasi, dan ketika tadi uji publik, terlihat aa figur-figur yang menyatakan setuju UU KPK dan mengatakan OTT adalah tindakan keliru."

"Dan kita lihat saja apakah setelah ini orang tersebut masih diloloskan oleh 9 pansel," sebutnya.

"Selain itu, yang harus dipahami, ini kan bukan ICW secara kelembagaan saja, karena sempat keluar statemen dair salah satu figur pansel, 'Pansel bukan alat pemuas ICW' memang benar, ketika kita berbicara isu publik, petisi presiden koreksi capim KPK sudah ditandatangani 60 ribu orang," papar Kurnia.

Lihat videonya dari menit ke 9.14:

ICW Buat Petisi

Halaman
123
Tags:
Capim KPKCalon Pimpinan KPKSeleksi Pimpinan KPK
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved