Breaking News:

Kabar Ibu Kota

Kabar Terbaru Keluarga Korban Obat Kedaluwarsa di Penjaringan, Suami Dipecat karena Urus Istri Sakit

Istri dan janin yang dikandungnya sakit gegara obat kedaluwarsa dari puskesmas, kini suami dipecat hingga belum bisa bayar kontrakan.

Editor: Lailatun Niqmah
TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Novi Sri Wahyuni (21) saat ditemui di kediamannya, Kamal Muara, Jakarta Utara, Jumat (16/8/2019). 

TRIBUNWOW.COM - Bak jatuh tertimpa tangga, mungkin itu yang dirasakan Bayu Randi Dwitara (19), suami dari Novi Sri Wahyuni (21), korban obat kedaluwarsa di Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara.

Masalah demi masalah harus ia lalui sejak setahun belakangan.

Ujian pertama yang harus ia hadapi adalah kepergian ayah kandungnya sekitar satu tahun yang lalu.

Ayahnya meninggalkan Ibunya, dan tiga orang anak pada saat menghadap ilahi.

Sebagai anak tertua, ia langsung berperan sebagai kepala keluarga tatkala masih berusia 18 tahun waktu itu.

Ibu Hamil Dapat Obat Kedaluwarsa dari Puskesmas hingga Kondisinya Jadi Begini, Suami Lapor Polisi

Lama mencari kerja, ia akhirnya diterima kerja sebagai operator sebuah perusahaan dibantu oleh teman yang sudah dianggap sebagai abang oleh dirinya.

Namun, mengingat Bayu yang hanya lulusan SMP, perusahaan tersebut tidak langsung menerima Bayu sebagai karyawan tetap. Ia harus menjalani masa pelatihan selama tiga bulan untuk memperlihatkan kinerjanya.

Akan tetapi, masalah kembali mendatangi Bayu.

a
Kondisi Rumah Korban Obat Kedaluwarsa di Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara(KOMPAS.COM/JIMMY RAMADHAN AZHARI)

Baru sebulan bekerja, istrinya yang hamil 15 minggu mengalami kendala kesehatan.

Saat Bayu sedang bekerja, ia kerap kali ditelepon Novi karena mengeluh pusing, mual, hingga muntah sehingga ia harus izin bekerja seminggu penuh.

Belakangan, diketahui bahwa Novi mengkonsumsi obat pemberian Puskesmas Kamal Muara yang ternyata sudah kedaluwarsa.

Novi baru tersadar setelah kontrol kandungan yang kedua kalinya.

Saat Novi mengeluh kesakitan, sang suami pun harus siap sedia mendampingi. Bayu pun terpaksa harus bolos bekerja hingga akhirnya dia dipecat perusahaan karena bekerja tak optimal.

"Saya seminggu enggak masuk, ya kemudian perusahaan juga sudah enggak ini lagi, di pemikiran dia training saja kualitas kerjanya begini bagaimana ke depannya," kata Bayu saat ditemui Kompas.com di kediamannya di Kamal Muara, Selasa (20/8/2019).

Saat ini belum terpikir bagi Bayu untuk mencari pekerjaan baru.

Terima Obat Kedaluwarsa, Ibu Hamil di Penjaringan akan Lakukan Mediasi dengan Pihak Puskesmas

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Tags:
Obat kedaluwarsaPenjaringanPuskesmas
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved