Sayembara Mahfud MD
Mahfud MD Beberkan Kronologi Dirinya Dituding Anti Tauhid hingga Berani Tantang akan Berikan 10 Juta
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD membeberkan kronologi soal awal dirinya dituduh mengaitkan bendera Tauhid dengan gerakan radikalisme.
Penulis: Mariah Gipty
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
"Kalau itu benar, bahwa ada radikal berarti kecolongan dong TNI, tetapi juga tertulis di berita itu," kata Mahfud MD.
Namun, Mahfud MD merasa ragu jika TNI kecolongan.
Pasalnya, sebelum masuk TNI seseorang akan diseleksi dengan ketat.
"Tapi saya sendiri ragu, TNI kecolongan, karena TNI itu ketat."
"Memasukkan orang itu, rekam jejak itu sejak dari keluarganya di kampung, gurunya, kakeknya, itu dijejak lebih dulu," terang Mahfud MD.
Menurutnya, keterangan tersebut sudah sesuai dengan berita yang terbit.
"Itu yang tertulis di berita, enggak ada yang nyebut-nyebut kalimat Tauhid," ungkapnya.
Namun, saat Mahfud MD hendak ke Singapura, beberapa orang mengatakan bahwa dirinya ramai diperbicangkan di sosial media.
"Tetapi kemudian waktu saya mau Singapura, bertemu banyak orang, ditanya, Pak Mahfud Anda kok di medsos rame, katanya anti kalimat Tauhid" ujar Mahfud MD.
• KH Maimun Zubair Meninggal Dunia, Mahfud MD Ungkap Pertemuan Terakhirnya dengan Mbah Moen
"Di mana?," tanya Mahfud MD kala itu.
Mendengar pertanyaan itu, Mahfud MD mengaku kaget.
Ia merasa hanya menjawab pertanyaan wartawan soal ada orang yang diduga terpapar radikal masuk TNI.
Mahfud MD menjelaskan, dirinya tak tahu menahu soal bendera Tauhid yang dibawa Enzo.
"Karena Enzo itu masuk Akmil membawa bendera Tauhid katanya harus dipecat."