Terkini Internasional
Jalankan Tradisi Pembantaian Paus, Warga Bersikeras Hal Ini Sudah Sesuai Hukum
Sekelompok pemburu membantai 23 paus pilot sebagai bagian dari tradisi yang sudah berusia berabad-abad di lepas pantai Kepulauan Faroe, Denmark.
Penulis: Desi Intan Sari
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
TRIBUNWOW.COM - Sekelompok pemburu membantai 23 paus pilot sebagai bagian dari tradisi yang sudah berusia berabad-abad di lepas pantai Kepulauan Faroe, Denmark.
Dikutip TribunWow.com dari dailymail.co.uk Senin (5/8/2019), perburuan paus yang dikenal penduduk lokal dengan nama grind, merupakan sebuah tradisi yang dilakukan untuk memberi makan penduduk di kepulauan terpencil di Atlantik selama musim dingin.
Sebuah badan amal lingkungan, Sea Shepherd, mendokumentasikan perburuan paus tersebut pada hari Jumat (2/8/2019) di teluk Hvalvik, sebuah desa di pulau Streymoy.
Meskipun bayak orang yang tidak menyetujui perburuan tersebut, warga lokal bersikiras bahwa tradisi berburu paus sudah diatur oleh hukum.
Pada bulan September 2018, Sea Shepherd menawari penduduk pulau itu 1 juta euro atau sekitar Rp 15 miliar jika selama 10 tahun berturut-turut mereka tidak melakukan tradisi perburuan paus.
• Tumbuhkan Minat Baca pada Anak, Yayasan SAKA Ciptakan Paus yang Bisa Berbicara dan Hobi Menyanyi
Akan tetapi hal tersebut diabaikan oleh penduduk lokal.
Juru bicara dari Sea Shepherd mengatakan jika perburuan paus di pulau itu merupakan yang ke sepuluh kalinya dalam tahun ini.
Totalnya sudah ada 536 paus di bantai dalam tradisi perburuan paus itu.
Penduduk lokal mengatakan bahwa perburuan paus merupakan sebuah cara yang dilakukan untuk memberikan penghormatan kepada paus.
Namun foto dan video perburuan paus yang ke sepuluh tahun 2019 menangkap hal lain.
Acara perburuan paus ini akan menjadi sebuah tempat untuk orang-orang mengobrol dan tertawa, sedangkan anak-anak akan bermain disekitar dermaga tempat dilakukannya pembantaian paus.
• Kisah Pakar Konservasi Laut yang Berhasil Selamat setelah Separuh Tubuhnya Ditelan Paus
Peserta pemburuan paus akan berlari dan bersorak ke arah paus yang berhasil ditangkap.
Selanjutnya mereka memasang tali dan menariknya ke tepi dermaga untuk disembelih.
Menurut juru bicara Sea Shepherd, dalam tradisi berburu paus hal yang disesalkan adalah banyak foto yang menangkap gambar keluarga dan anak-anak yang berbaring di sekitar dermaga sedang menonton.
"Selain itu anak-anak juga bermain dengan sirip, menendang dan meninju tubuh paus, berjalan di atas paus, bahkan membawa pisau,"jelas juru bicara Sea Shepherd.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/paus.jpg)