Breaking News:

Pasangan Bersimbah Darah

Pasangan Bersimbah Darah, Ayah Korban Ungkap Anaknya Tak Merasa Sakit meski Alami Luka Bacok

Ayah angkat korban wanita dalam tragedi pasangan bersimbah darah di Sidoarjo mengungkap kondisi terkini Nur Aeni.

Penulis: Mariah Gipty
Editor: Rekarinta Vintoko
TribunJatim/Luhur Pambudi
Ayah angkat korban wanita dalam tragedi pasangan bersimbah darah (Suliadi) dan Istrinya Kustini 

TRIBUNWOW.COM - Ayah angkat korban wanita dalam tragedi pasangan bersimbah darah di Sidoarjo, Jawa Timur mengungkap kondisi terkini Nur Aeni.

Ayah Nur Aeni yang bernama Suliadi itu mengungkapkan, anaknya sudah kembali sadar pada Selasa (30/7/2019) pukul 11.00 WIB.

Dirawat intensif di ruang ICU RS Bhayangkara, Surabaya, Suliadi menjelaskan bahwa kondisi Nur Aeni sudah membaik.

Dikutip TribunWow.com dari TribunJatim, Selasa (30/7/2019), Suliadi bahkan sempat berkomunikasi dengan korban.

Saat ditanya kondisinya, Nur Aeni justru menyebut dirinya tidak mengalami sakit.

"Tadi sempet saya tanya 'sakit ta nak?' Dia jawab 'tidak sakit, anaknya bapak kok sakit' gitu tadi," kata Suliadi sambil menirukan ungkapan anak sulungnya itu.

Detik-detik Video Evakuasi Pasangan Bersimbah Darah di Sidoarjo, Pembantu Histeris Teriak ke Warga

Sebagaimana diketahui, pasangan bukan suami istri bersimbah darah itu ditemukan di sebuah rumah di Jalan Brigjen Katamso 3 RT 26 RW 6 Dusun Balongpoh Desa Kedung Rejo, Kecamatan Waru, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (29/7/2019).

Selain Nur Aeni, M Rofi'i juga ditemukan bersimbah darah.

Keduanya diduga dibacok oleh paman suami Nur Aeni, bernama Iskandar dan Sahid.

Menanggapi kasus itu, Suliadi mengaku tidak tahu menahu.

Pasalnya, ia dan istrinya bernama Kustini tinggal jauh dari Nur Aeni.

Pasangan Bersimbah Darah, si Wanita Lakukan Perselingkuhan saat Suami Sahnya Pulang Kampung

Suliadi dan istrinya tinggal di Kecamatan Gemarang, Madiun selama dua tahun terakhir.

"Saya kurang paham. Saya gak dikasih tau kalau ada kabar apa. Cuma saya disuruh berangkat ke sini," ungkap Suliadi.

Suliadi mengungkapkan, diirnya berangkat dari Caruban, Madiun pada pukul 02.30 WIB.

Ia dan istrinya baru tiba di RS Bhayangkara pada 08.30 WIB.

Halaman
12
Tags:
SidoarjoPasangan bersimbah darah di SidoarjoPembacokanJawa Timur
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved