Terkini Daerah
Rumah di Kenokorejo Sukoharjo Dilempar Bom Molotov, Korban: Pas Saya Keluar, Pagar Rumah Terbakar
Sebuah rumah di Kenokorejo, RT 02/RW 07, Polokarto, Sukoharjo menjadi tempat pelemparan bom molotov, Sabtu (27/7/2019) dini hari.
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Sebuah rumah di Kenokorejo, RT 02/RW 07, Polokarto, Sukoharjo menjadi tempat pelemparan bom molotov, Sabtu (27/7/2019) dini hari.
Menurut keterangan pemilik rumah, Willy Wilarso (50) kejadian pelemparan sekitar pukul 01.30 WIB.
"Saat itu saya belum tidur, masih nonton tv didalam rumah, lalu ada suara motor yang knalpotnya cukup keras," katanya saat ditemui TribunSolo.com, Minggu (28/7/2019).
Dia tidak mengetahui jenis motornya, namun dari suara motor tersebut, dia menyimpulkan jika kendaraan tersebut jenis motor 4 tak dengam knalpot brong.
• Fakta Hubungan Sedarah Kakak Beradik di Sulsel, Miliki 2 Anak hingga Keluarga Nyaris Diserang Warga
Setelah itu, terdengar suara keras yang menghantam pagar stenlistilnya, yang membuat Willy terkejut.
"Saya pikir motor itu menabrak pagar saya, pas saya keluar malah pagar rumah saya terbakar," jelasnya.
Karena pagarnya tergembok, pria yang berprofesi sebagai pembuat makanan ringan itu lantas memadamkan api pagar rumahnya.
"Api membakar sekitar 5 menit, yang langsung saya padamkan dengan air, saya juga sempat melihat pelakunya."
"Pelaku langsung melarikan diri ke arah barat, sesampainya dijalan besar langsung belok ke utara."
"Kalau melihat dari cara berkendara, saya rasa pelakunya dua orang dengan berboncengan," terangnya.
• Kronologi Pembalap Arif Murizal Meninggal karena Kecelakaan saat Lap 2 Terakhir, Sudah di Posisi 2
Pascakejadian tersebut, kepolisian dari Polres Sukoharjo langsung menerjunkan tim satuan reskrim dan Inafis.
"Pemeriksaan cukup lama, sekitar 3 jam, saya apresiasi kinerja kepolisian yang profesional."
"Ditemukan serpihan botol kaca di lokasi kejadian, dan saya rasa di dalam bom molotov itu menggunakan bensin," katanya.
Dia menambahkan, dia tidak mengetahui motif pelaku, karena dia merasa tidak punya musuh.
Dirumah tersebut, dia huni bersama istrinya dan dua anaknya.