Terikini Nasional
Soal Seleksi Calon Pimpinan KPK, Haris Azhar: Seharusnya Pansel Cari Orang yang Luar Biasa
Direktur Lokataru, Haris Azhar, memberikan komentarnya pada Panitia Seleksi (Pansel) Calon Pimpinan KPK tahun 2019-2023.
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Direktur Lokataru, Haris Azhar, memberikan komentarnya pada Panitia Seleksi (Pansel) Calon Pimpinan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) tahun 2019-2023.
Haris Azhar menilai Pansel calon pimpinan KPK seharusnya memiliki kualitas yang baik untuk bisa menghasilkan pimpinan KPK yang luar biasa, seperti dikutip TribunWow.com dari channel YouTube Indonesia Lawyers Club yang diunggah Selasa (23/7/2019).
Bahkan ia mengumpamakan Pansel dan calon pimpinan KPK dengan istilah 'Kecoa' dan 'Buaya'.
• Soal Pemberantasan Korupsi, Rizal Ramli Nilai KPK Cenderung Tak Berani Tangani Kasus yang Besar
Awalnya, Haris Azhar memberikan komentarnya tentang hubungan Polri dengan KPK.
"Ini kan ramai ke soal polisi, karena memang kalau dari sisi materi historisnya KPK ya ramainya sama polisi," ujarnya.
"Polisi yang baik di KPK banyak, polisi yang baik yang enggak bisa masuk di KPK juga banyak."
"Tapi memang dari sisi pemberitaan, keramaian politik hukum kita itu tensi bahwa ribut ketegangan polisi dengan KPK juga banyak," lanjutnya.
Haris Azhar kemudian menilai bahwa pimpinan KPK saat ini kurang bisa menutupi konflik yang tengah terjadi di antara KPK dengan Polri.
Sehingga konflik tersebut banyak diketahui oleh masyarakat luas.
• Sembilan dari 11 Jenderal Polri Lolos Uji Kompetensi Capim KPK, Ini Daftar Namanya
"Menurut saya, (pimpinan KPK) memang enggak tertib mengelola konflik tersebut bahwa ketegangan Polri dengan KPK punya sejarah yang berjelit-jelit," ujarnya.
Menurut Haris Azhar selama ini kinerja Pansel KPK juga belum terlihat secara jelas, termasuk dalam hal visi dan misinya dalam mencetak calon pimpinan KPK yang baik.
"Setiap orang berhak untuk mendaftar, dalam konteks bela negara setiap orang juga berhak untuk berkontribusi," kata Haris.
"Tetapi yang kemudian patut di sesali dari para Pansel yang kemudian tidak muncul kualitas dari seorang Pansel," ujar Haris Azhar.
"Seharusnya Pansel mencari orang yang luar biasa."
Kemudian Haris juga mengibaratkan para Pansel sebagai 'Kecoa' dan calon pimpinan KPK sebagai 'Buaya'.