Terkini Nasional

Soal Pemberantasan Korupsi, Rizal Ramli Nilai KPK Cenderung Tak Berani Tangani Kasus yang Besar

Ekonomi Senior, Rizal Ramli, sebut KPK cenderung tak berani mengusut kasus korupsi jika berhubungan dengan petinggi negara

Soal Pemberantasan Korupsi, Rizal Ramli Nilai KPK Cenderung Tak Berani Tangani Kasus yang Besar
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Ekonom Rizal Ramli berbincang dengan awak Tribunnews.com terkait perkembangan ekonomi Indonesia terbaru di Kantor Redaksi Tribun Network, di Palmerah, Jakarta, Rabu (6/2/2019). 

TRIBUNWOW.COM - Ekonom Senior, Rizal Ramli, tampak menyoroti keberanian Korupsi (KPK)'>Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam mengusut korupsi di Indonesia. 

Rizal Ramli menilai KPK cenderung tidak berani jika kasus yang ditangani berhubungan dengan kekuasaan atau petinggi negara, seperti dikutip TribunWow.com dari channel YouTube indonesia Lawyers Club yang diunggah Rabu (24/7/2019).

Awalnya, Rizal Ramli menilai lembaga negara yang seharusnya memberantas korupsi ternyata tidak efektif dalam menjalankan kewajibannya.

Jokowi Tak Jadi Bertemu Prabowo Subianto, Setkab Sebut Pertemuan Hanya dengan Megawati

Ia melihat lembaga negara seperti jaksa dan kepolisian tidak menjalankan tugas dengan baik jika menangani kasus yang berhubungan dengan kekuasaan.

"Lembaga yang harusnya sikat korupsi seperti polisi dan jaksa enggak efektif, apalagi menyangkut kasus-kasus yang besar yang ada hubungannya dengan kekuasaan dan sebagainya," lanjutnya.

Lebih lanjut, Rizal Ramli mengibaratkan korupsi di Indonesia dengan istilah 'Ikan Busuk'.

"Saya percaya ikan busuk itu mulai dari kepalanya, jadi kita kalau mau ngomong anti korupsi kita musti pegang kepalanya dulu, yang lain otomatis ikut kok, gampang," ujar Rizal.

Wahana Kora-kora di Pekalongan Roboh, 4 Remaja Terjatuh, 1 Meninggal Dunia

Dalam hal ini ia memberikan contoh Bulog yang setelah dibenahi dapat menghemat anggaran sebesar 5 triliun rupiah.

Hal tersebut dapat dilakukan jika pemimpin lembaga juga sudah dibenahi, maka orang dengan jabatan dibawahnya akan mengikuti dengan mudah.

"Bulog bisa hemat 5 triliun karena kita kasih contoh, kebawah ikut, jadi enggak berani (korupsi)," ungkapnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Rekarinta Vintoko
Sumber: TribunWow.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved