Terkini Daerah
Fakta Baru Tabrak Lari Flyover Manahan: Tergeletak 1 Jam, Terkendala Kebijakan RS Datangkan Ambulans
Komandan Regu (Danru) Satpol PP Kota Solo, Rahmad Zainuddin memaparkan fakta baru kasus tabrak lari di Flyover Manahan, Solo, Jawa Tengah.
Editor: Ananda Putri Octaviani
Sejurus kemudian anggota Unit Laka Polresta Solo pun tiba di lokasi.
"Polisi datang sekitar 15 hingga 30 menit setelah saya datang ke lokasi," tambahnya.
Setengah kecewa, Memet memutuskan berangkat ke rumah sakit lain untuk meminta bantuan.
"Saya pergi ke RS Kasih Ibu. Sampai di IGD, saya minta bantuan ambulan untuk evakuasi korban."
"Malah saya dimintai Rp 400 ribu untuk operasional ambulan sama tim medis yang jaga."
"Saya kan tidak bawa uang sebanyak itu," keluhnya.
"Saya juga ditanya apakah korban dalam kondisi berdarah atau tidak."
"Saya jawab lecet tetapi kaki patah," tambah Memet.
• Fakta-Fakta Terbaru Tabrak Lari di Flyover Manahan, Identitas Pelaku hingga Diminta Serahkan Diri
Memet pun sempat berdebat agar pihak rumah sakit segera mengirimkan ambulan ke lokasi kejadian.
Dia juga menegaskan pembayaran operasional tersebut bisa ditagihkan kepada keluarga korban setelah evakuasi.
"Saya mintanya tim medis agar kerja cepat. Tapi tetap mbulet."
"Katanya masih nunggu dokter, lalu nunggu sopir ambulan juga."
"Menurut saya waktu responnya terlalu berbelit-belit."
"Kasihan korban harus segera ditolong," tambahnya.
Sekitar 30 menit berdebat, tim medis pun bersiap menuju lokasi kecelakaan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/viral-video-kecelakaan-di-overpass-manahan-solo.jpg)