Breaking News:

Terkini Daerah

Fakta Baru Tabrak Lari Flyover Manahan: Tergeletak 1 Jam, Terkendala Kebijakan RS Datangkan Ambulans

Komandan Regu (Danru) Satpol PP Kota Solo, Rahmad Zainuddin memaparkan fakta baru kasus tabrak lari di Flyover Manahan, Solo, Jawa Tengah.

Editor: Ananda Putri Octaviani
TribunSolo
Viral video kecelakaan di Overpass Manahan Solo. 

TRIBUNWOW.COM - Komandan Regu (Danru) Satpol PP Kota Solo, Rahmad Zainuddin memaparkan fakta baru kasus tabrak lari di Flyover Manahan, Solo, Jawa Tengah.

Sebagaimana diketahui, dalam kasus ini, korban tabrak lari di Flyover Manahan, Retnoningtri (54) dikabarkan meninggal dunia setelah sempat memperoleh perawatan.

Berdasarkan keterangan Rahmad Zainuddin, korban tabrak lari di Flyover Manahan sempat tergeletak di jalan tanpa pertolongan sekitar 1 jam.

Langkah yang akan Dilakukan Dishub setelah Kasus Tabrak Lari di Flyover Manahan Solo

Ia menilai, ada keterlambatan dari tim medis saat proses pemanggilan ambulan.

Memet, sapaan Rahmad Zainuddin, adalah orang yang kali pertama menolong almarhum Retno.

Dia menceritakan semula mendapat laporan ada orang kecelakaan di flyover Manahan pada Senin (1/7/2019) sekitar pukul 02.00 dini hari.

"Yang lapor itu anak kecil, datang ke pos kami yang ada di Plaza Manahan."

"Katanya ada orang kecelakaan, belum ada yang menolong."

"Saya langsung ke sana sama anggota," ujarnya di markas Satpol PP, Jalan Arifin 17, Pasar Kliwon, Kota Solo, Senin (15/7/2019) malam.

Komandan Regu (Danru) Satpol PP Kota Solo, Rahmad Zainuddin menceritakan proses evakuasi korban tabrak lari di Markas Satpol PP Solo, Senin (15/7/2019)
Komandan Regu (Danru) Satpol PP Kota Solo, Rahmad Zainuddin menceritakan proses evakuasi korban tabrak lari di Markas Satpol PP Solo, Senin (15/7/2019) (TribunJateng.com - daniel ari purnomo)

Polresta Solo Ajak Bengkel Mobil untuk Bantu Tangkap Pelaku Tabrak Lari di Flyover Manahan Solo

Tiba di lokasi kejadian, Memet melihat korban masih dalam kondisi sadar, menjerit-jerit kesakitan.

Tanpa pikir panjang, Memet langsung berbagi tugas dengan anggotanya untuk mengevakuasi korban.

"Ada yang ke rumah keluarga korban dan ke rumah sakit sama menenangkan korban di lokasi."

"Kami tidak bisa melakukan evakuasi sendiri karena kondisi kaki korban itu sudah patah."

"Jadi saya hanya bisa menenangkan ibu itu," jelasnya.

Selang beberapa saat, Memet mendapat kabar dari anggotanya, pihak rumah sakit terdekat tidak bisa mengirim ambulans untuk evakuasi korban tanpa alasan yang jelas.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Tags:
Flyover Manahan SoloKecelakaan MautSoloJawa TengahDinas Perhubungan (Dishub)
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved