Kabar Ibu Kota
Warga Tolak Penampungan Pencari Suaka, Pemprov DKI Jakarta Batasi Jam Keluar
Pemprov DKI Jakarta membuat aturan baru untuk para pencari suaka yang berada di tempat penampungan di bekas Gedung Kodim, Kalideres, Jakarta Barat.
Penulis: Astini Mega Sari
Editor: Tiffany Marantika Dewi
Namun, hingga saat ini tuntutan mereka belum juga dikabulkan UNHCR.
• Analis Politik Nilai Ahmad Syaikhu Tepat Jadi Wagub DKI Jakarta, Ini Alasannya
Penolakan dari Warga
Sementara itu, dilansir oleh Kompas.com, sebuah spanduk berisi penolakan terhadap penampungan pencari suaka terpasang di bangunan bekas Kodim di Kalideres, Minggu (14/7/2019).
Spanduk berukuran sekitar 1,5 x 4 meter itu bertulsikan:
"KAMI WARGA KOMPLEK DAAN MOGOT BARU MENOLAK TEMPAT PENAMPUNGAN IMIGRAN DI KOMPLEK KAMI."
Spanduk penolakan penampungan para pencari suaka oleh warga Kalideres (KOMPAS.COM/JIMMY RAMADHAN AZHARI)
• Tak Hanya Logistik, Pemprov DKI Jakarta Jamin Pembuatan Identitas Baru Korban Kebakaran di Cipinang
Ada pula spanduk-spanduk penolakan lain yang terpasang di area tersebut.
Jantoni, ketua RT 005 Kelurahan Kalideres mengatakan spanduk itu dipasang karena warga tak setuju para pencari suaka ditempatkan di lokasi tersebut.
Spanduk penolakan penampungan para pencari suaka oleh warga Kalideres (KOMPAS.COM/JIMMY RAMADHAN AZHARI)
Jantoni menyebutkan para pencari suaka itu mengganggu warga sekitar.
Ia bahkan menyebut ada pencari suaka yang keluar dari lokasi penampungan dan duduk hingga tidur di emperan ruko milik warga.
"Pasti ganggu. Masalahnya waktu hari pertama sudah ada warga yang naik mobil di ketuk ketuk. Katanya cuma di dalam tapi pada keluar. Malah ada yang duduk dan tidur di emperan ruko. Saya bisa ngomong karena kontrol dan lihat sendiri," kata Jantoni.
(TribunWow.com)
WOW TODAY:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/kondisi-para-pencari-suaka-di-gedung-penampungan-sementara.jpg)