Viral Medsos
Berita Viral Hari Ini, Taksi Online Dapat Order Antar Jenazah, Ini Kata Dirut RS dan Polisi
Viral unggahan seorang pengemudi taksi online yang mendapat orderan untuk mengantar jenazah di Cibinong Bogor Jawa Barat.
Editor: Mohamad Yoenus
TRIBUNWOW.COM - Viral unggahan seorang pengemudi taksi online yang mendapat orderan untuk mengantar jenazah.
Hal tersebut disampaikan di akun Facebook 'Paichan' melalui grup Facebook 'Sahabat Grab Jakarta' pada Jumat (12/7/2019).
Dalam unggahannya, pengemudi taksi online itu mendapat orderan di sebuah pabrik di Sentul untuk mengantar jenazah ke rumah sakit di Cibinong, Bogor Jawa Barat.
Namun pemesan tersebut tidak memberikan penjelasan sama sekali.
"Tahu kah paman.. hari ini saya bawa mayat ke rs. sentra medika cibinong... demi grab, uang dan pahala, Ceritanya ada order masuk dr pt prista sentul, mobil disuruh mundur,
saya pikir ini bawa bos pabrik yg takut panas, atau bawa barang, saya tanya aman satpam, bawa barang apa orang dijawablah bawa orang pak.... ok... saya jawab..," tulis driver online dari postingan viralnya.
Namun sayangnya dalam postingan tersebut sang driver hanya menuliskan asumsinya saja tanpa bertanya lebih jelas kepada pengorder.
"Dan gak mungkin dong saya tanya org sakit atau orang mati, karena posisi jemput di pabrik dan siang hari,'" tulisnya lagi.
• Fakta-fakta Mutilasi Wanita PNS Bandung di Banyumas, Kronologi Lengkap hingga Motif Pembunuhan
Terkait mayat yang dibawanya itu pun ternyata hanya dugaan sang sopir.
"Begitu keluar ternyata digotong sdh ditutupi kain.. sempat bingung masukinnya... dlm benak saya yg utama membantu, semoga bisa tertolong, tetapi saat kain tersingkap wajah orgnya sdh pucat mulut rapat, wah mayat ini dalam hati," tulisnya.
Dikutip dari Kompas.com, Direktur Utama RS Sentra Medika Cibinong Bogor, Lanjar, mengatakan dalam catatan tidak ada jenazah yang diantar taksi online selama beberapa hari terakhir.
Dia mengatakan ada dua jenazah yang di antar tetapi di antaranya sekarat di perjalanan dan meninggal dunia di rumah sakit pada Senin (8/7/2019) dan Jumat (12/7/2019).
"Kalau yang kemarin itu dari Citeureup ibu rumah tangga 72 tahun, kalau yang laki-laki usia 56 dari perusahaan tapi hari Senin kejadiannya, dan dibawa dari rumah oleh temannya," kata Lanjar, kepada Kompas.com,Sabtu (13/7/2019).
Lanjar kembali menegaskan bahwa tidak mayat yang di antar oleh taksi online dan meminta pihak kepolisian melakukan investigasi.
"Jadi, kami memang enggak nerima mayat dari ojek online dan bisa ditanya ojek online-nya, diinvestigasi, karena identitasnya pasti ada, apalagi sudah jadi mayat," ucap dia.