Kabar Tokoh
Dengan Suara Bergetar, Baiq Nuril Ingin Katakan Ini ke Jokowi: Seandainya Saya Tak Punya Keluarga
Terdakwa kasus pelanggaran UU ITE Baiq Nuril menuturkan kalimat yang ingin disampaikannya apabila bertemu dengan Jokowi.
Penulis: Roifah Dzatu Azma
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Terdakwa kasus pelanggaran UU ITE, Baiq Nuril masih mengupayakan keadilan dalam kasusnya.
Diketahui Baiq Nuril merupakan mantan pegawai honorer SMA, yang saat itu sering mengalami pelecehan seksual yang dilakukan oleh kepala sekolah tempatnya dulu bekerja di tahun 2012.
Namun ia justru terjerat kasus pelanggaran UU ITE saat merekam dan menyebarkan secara tidak langsung aksi pelecehan yang diterimanya.
Ia didakwa hukuman 6 bulan penjara dan denda Rp 500 juta.
Pihaknya pun berupaya mengajukan kembali amnesti ke Presiden Joko Widodo(Jokowi).
• Sempat Terdiam, Tangisan Baiq Nuril Pecah saat Ditanya soal Kasusnya: Saya Sudah Capek Sekali Mbak
Sebelumnya pihak Baiq Nuril telah memberikan surat ke Presiden Jokowi pada 19 November 2018.
Lalu Jokowi merespons permintaan ini dengan meminta Nuril untuk mengajukan grasi jika PK ditolak MA.
Mahkamah Agung (MA) menolak peninjauan kembali (PK).
Pihak Baiq Nuril mengatakan akan mendesak Presiden Joko Widodo(Jokowi) untuk memberikan amnesti.
Dikutip TribunWow.com dari saluran Youtube metrotvnews, Selasa (9/7/2019), Baiq Nuril menuturkan kalimat yang ingin disampaikannya apabila bertemu dengan Jokowi.
Ia mengharapakan suara kesedihannya dapat didengarkan oleh Jokowi.
"Karena putusan PK itu yang menolak PK saya dan saya rasa itu keadilan yang benar-benar jauh dari saya. Dan mudah-mudahan dengan kedatangan saya ke sini Bapak Presiden mau mendengarkan isi hati saya," papar Baiq Nuril dengan suara bergetar.
Mengenai apa yang ia ingin sampaikan saat bertemu Jokowi, ia hanya ingin meminta keadilan.
"Mungkin saya ingin menceritakan segala keluh kesah saya selama ini. Rasa keadilan mungkin ya, bukan hanya saya, tapi untuk perempuan-perempuan yang seperti saya tapi mereka tidak berani untuk mengungkapkan. Cukup saya yang menitikkan air mata, cukup anak-anak saya," sebutnya.

• Perawat Dirampok hingga Bersimbah Darah, Bayi Sempat Disandera dan Pelaku Diduga Orang Dekat
Ia merasa telah lelah dan apa yang menimpanya juga berdampak terhadap buah hatinya selama 5 tahun kasus menimpanya.