Breaking News:

Terkini Nasional

Pembina PSM UMB Sebut Bangsa Indonesia Harus Belajar Banyak dari Paduan Suara

Bangsa Indonesia harus banyak belajar dari paduan suara sebagai salah satu upaya menumbuhkan toleransi dan kebhinnekaan.

Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
TribunWow.com/Istimewa
Arissetyanto Nugroho 

TRIBUNWOW.COM - Bangsa Indonesia harus banyak belajar dari paduan suara sebagai salah satu upaya menumbuhkan toleransi dan kebhinnekaan.

Dalam paduan suara tidak ada suara yang mendominasi, tidak ada ego, belajar patuh, saling menyesuaikan gerak bersama dan menghasilkan suara yang satu, padu dan tidak sumbang.

Suara yang indah, kompak dan memiliki power terwujud karena latihan tanpa jemu dan yang terpenting tunduk pada satu dirigen (konduktor).

Demikian ditegaskan oleh Alumnus Lemhannas PPSA XXI Arissetyanto Nugroho, pembina Paduan Suara Mahasiswa Universitas Mercu Buana (PSM UMB) pada Selasa (09/07/2019) terkait dengan kemenangan Paduan Suara UMB dalam kompetisi 56 Internationaler Chorwettbewerb 2019 di Spital An Der Draw, Austria.

PMS UMB
PMS UMB (TribunWow.com/Istimewa)

Dalam kompetisi yang berlangsung dari tanggal 4-8 Juli 2019 ini, PSUMB dikonduktori Agus Juwono.

PSM UMB meraih Juara Kedua Kategori B dan Juara Keempat Kategori A. Ajang bergengsi Grand Prix bergengsi tahunan ini hanya 10 negara terpilih diantaranya Amerika Serikat, Afsel, Rep Slowakia, Rep Czech, Spanyol dan Jerman.

Paduan suara, menurut Arissetyanto Nugroho, sangat cocok sebagai wadah anak bangsa untuk penanaman kembali nilai-nilai Pancasila.

Paduan suara tidak hanya sekedar menyalurkan bakat oleh vokalnya, tetapi justru sekaligus sebagai sarana yang tepat untuk berinteraksi antara anggotanya dengan berbagai latar belakang, baik suku, agama, ras, strata sosial dll.

“Kegiatan interaktif yang sangat mendukung terwujudnya sila Persatuan Indonesia adalah paduan suara."

"Dalam kegiatan ini, tidak ada yang menonjol atau pihak yang bisa menonjolkan diri."

"Semua anggota harus berupaya mewujudkan suara yang padu, kompak, tidak fales dll."

"Sekalipun ada satu atau beberapa bersuara sangat merdu, dalam paduan suara, suara bagus itu harus menyesuaikan diri dengan yang lain."

"Kalau ada satu saja suara yang menonjol dalam paduan suara, sudah pasti akan mengurangi nilai arti dari paduan suara itu,” tegas Arissetyanto Nugroho, yang mantan Rektor UMB.

Gotong royong adalah inti dari paduan suara itu.

Jika masing-masing anggota paduan suara, demikian dijelaskan lebih lanjut oleh Arissetyanto Nugroho, tidak melakukan gotong royong, suara yang dikeluarkan tidak akan padu.

Halaman
12
Sumber: TribunWow.com
Tags:
Paduan SuaraUniversitas Mercu BuanaIndonesia
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved