Terkini Nasional
Dapat Teguran dari Jokowi, Ini yang akan Dilakukan Menteri BUMN Rini Soemarno
Menteri BUMN, Rini Soemarno memberikan tanggapan setelah dirinya ditegur oleh Presiden Joko Widodo soal tingginya impor di sektor Migas
Penulis: Atri Wahyu Mukti
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno memberikan tanggapan setelah dirinya ditegur oleh Presiden Joko Widodo soal tingginya impor di sektor minyak dan gas (Migas).
Dikutip TribunWow.com dari tayangan 'Seputar iNews Pagi' di iNews, tanggapan itu disampaikan Rini setelah selesai melakukan sidang paripurna di Istana Bogor, Senin (8/7/2019).
Rini menjelaskan alasan tingginya impor berkaitan dengan tingginya permintaan di sektor Migas.
• Kritisi soal Penurunan Ekspor-Impor Migas, Jokowi Tegur Menteri ESDM dan Menteri BUMN: Hati-hati
Meski demikian, ia tetap akan meninjau ulang adanya lonjakan impor.
"Ya Migas memang kan kalau demand (permintaan -red) naik, otomatis memang kita impornya kan banyak," jelas Rini sembari jalan menuju mobilnya.
"Nah ini yang saya akan lihat kenapa bulan Mei naik gitu," sambungnya.
Rini lantas menegaskan bahwa ia dan jajarannya akan lebih bekerja keras untuk mengurangi impor.
"Ya kita harus kerja lebih keras lah," ujar Rini sembari masuk ke dalam mobil.
Simak videonya dari menit 0.20
• Menteri Susi Tantang Mark Zuckerberg Lomba Paddle, Minta Hadiah Saham Facebook jika Menang
Diberitakan sebelumnya, teguran itu dilontarkan Jokowi dalam sidang paripurna di Istana Bogor, Senin (8/7/2019).
Dalam sidang, Jokowi menyampaikan kritiknya langsung di hadapan seluruh jajaran menterinya.
"Ekspor Januari-Mei 2019year on year, turun 8,6 persen," jelas Jokowi, dikutip dari Kompas TV.
"Impor Januari-Mei juga turun 9,2 persen," sambungnya.
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini meminta supaya Rini dan Menteri ESDM, Ignasius Jonan waspada terhadap penurunan tersebut.
• Nasdem Lakukan Pertemuan dengan Jokowi, Johnny Plate Beberkan Keinginan Partai soal Kursi Menteri
Sebab menurutnya, jika terus mengalami penurunan maka akan membuat negara rugi.
"Hati-hati terhadap ini," ujar Jokowi.
"Artinya neraca perdagangan kita Januari-Mei ada defisit USD 2,14 miliar."
"Hati-hati di Migas dengan pak menteri yang berkaitan dengan ini, bu menteri BUMN yang berkaitan dengan ini, karena ring-nya paling banyak di situ," tegasnya.
Simak videonya di sini.
Sementara dikutip dari Kompas.com, Jokowi menunjukkan data yang dirilis dari Badan Pusat Statistik (BPS) di hadapan seluruh seluruh menteri dan seluruh kepala lembaga.
Dijelaskan oleh Jokowi, bahwa sebenarnya peluang ekspor migas masih sangat besar.
Ia menilai, adanya perang dagang bisa dimanfaatkan untuk mengekspor masuk ke Amerika Serikat.
"Apalagi sekarang dengan terjadinya perang dagang, kesempatan ekspor kita untuk masuk ke Amerika besar sekali dengan pengenaan tarif barang-barang produk dari Tiongkok, dari China," jelas Jokowi.
(TribunWow.com/Atri Wahyu Mukti)
WOW TODAY