Breaking News:

Pilpres 2019

Ingin Pemerintah Seimbang, Pengamat: Oposisi Tak Perlu Digoda untuk Jadi Koalisi Jokowi

Pengamat politik Adi Prayitno ingin pemerintahan seimbang, untuk itu oposisi atau kubu Prabowo-Sandi tak perlu digoda untuk jadi koalisi Jokowi-Ma'ruf

Penulis: Ifa Nabila
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Pihak oposisi yang terdiri dari anggota partai politik serta pendukung Prabowo Subianto. 

TRIBUNWOW.COM - Pengamat Politik UIN Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno, menginginkan agar pemerintah bisa seimbang dengan adanya koalisi yang berkuasa serta oposisi yang mengawasi.

Oleh karena itu, Adi Prayitno mengimbau agar para anggota partai koalisi Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin tidak perlu menggoda oposisi agar bergabung ke Jokowi.

Hal tersebut disampaikan Adi Prayitno dalam tayangan Primetime News unggahan kanal YouTube metrotvnews, Senin (1/7/2019).

Saat ditanya mengenai pemerintah yang kemungkinan bisa bagi-bagi kursi terhadap oposisi, Adi Prayitno menentangnya.

Adi Prayitno menyebut saat Pilpres 2014 lalu memang partai pendukung Jokowi belum mayoritas sehingga dibutuhkan partai pendukung Prabowo Subianto untuk bergabung.

Tim Hukum 01 Anggap Wajar jika Jokowi Sebut Sidang di MK Tak Seimbang Lawan Kubu 02

Pengamat Politik UIN Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno, membahas soal partai politik yang sudah mulai tampak kencenderungan dari oposisi menjadi koalisi pemerintah setelah Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin menjadi presiden dan wakil presiden terpilih.
Pengamat Politik UIN Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno, membahas soal partai politik yang sudah mulai tampak kencenderungan dari oposisi menjadi koalisi pemerintah setelah Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin menjadi presiden dan wakil presiden terpilih. (YouTube metrotvnews)

Bahas Partai Oposisi, Pengamat: Tak Bisa Bayangkan PAN, Gerindra, Demokrat Dipaksa Puji Jokowi

"Kalau kita berharap sih sebenarnya ini tidak terjadi, dulu kalau 2014 Jokowi itu butuh pendukung Prabowo karena memang di parlemen tidak mayoritas."

"Sehingga partai-partai saat itu yang berada di luar pemerintah itu perlu diajak, seperti Golkar, ada PAN dan PPP," terang Adi Prayitno.

Lain halnya dengan Pilpres 2019 yang mana partai pendukung Jokowi disebut mendominasi pemerintahan.

"Sekarang suasana politik sudah berubah, Jokowi menang secara telak misalnya di pilpres, walaupun di pileg, ini kombinasi partai-partai pengusung kan sudah lebih dari 62 persen," kata Adi Prayitno.

Adi Prayitno berpendapat pihak pemerintah tak perlu takut kurang pendukung sehingga harus ikut mengajak pihak oposisi.

Disebut Sembuh oleh Ali Ngabalin saat Bilang Ada Pihak Jahat di 01, Arief Puyuono: Kapan Sakitnya?

Karenanya, Adi Prayitno berharap partai oposisi biarkan berada di luar pemerintahan Jokowi dan tak perlu digoda untuk bergabung.

"Saya kira Pemilu 2019 ini menjadi ajang di mana kelompok yang kalah itu harus berkomitmen untuk berada di luar kekuasaan atau pun tidak perlu digoda untuk menjadi bagian dari kekuasaan saat ini," tuturnya.

Adi Prayitno berharap koalisi dan oposisi bisa berjalan beriringan dalam membangun bangsa tanpa harus disatukan dalam naungan yang sama.

"Makanya biarlah partai pemenang, Jokowi, berkuasa selama lima tahun ke depan, (oposisi) kritik secara sehat," kata Adi Prayitno.

Adi Prayitno menyarankan agar nantinya pihak oposisi bisa memberi masukan atau saran yang membangun dengan data tanpa adanya fitnah.

Halaman
12
Tags:
Prabowo SubiantoJoko Widodo (Jokowi)Pengamat Politik
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved