Sidang Sengketa Pilpres 2019
Bahas Pelatihan TKN, Andre Rosiade: Saya Bela Jansen Sitindaon, Ferdinand Hutahaean Malah Bela TKN
Andre Rosiade mengaku heran saat Ferdinand Hutahaean justru membela TKN Jokowi-Ma'ruf saat berdiskusi dengan Politisi PDIP Dwi Ria Latifa.
Penulis: Ananda Putri Octaviani
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Politisi Gerindra, Andre Rosiade mengaku heran saat Politisi Demokrat Ferdinand Hutahaean justru membela TKN Joko Widodo (Jokowi-Ma'ruf) saat keduanya berdiskusi dengan Politisi PDIP Dwi Ria Latifa dalam Program Apa Kabar Indonesia Pagi tvOne, Selasa (25/6/2019).
Dalam program yang bertajuk 'Menanti Ketuk Palu Sengketa Pilpres' itu, Ferdinand disebut membela TKN ketika Andre menyatakan bahwa dirinya sedang membela Ketua DPP Demokrat Jansen Sitindaon.
Hal ini berawal ketika Ferdinand yang mengaku menunggu hasil putusan MK, menilai bahwa tim 01 dan 02 memiliki kelebihan dan kekurangan.
• Kondisi Terkini Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini setelah Dilarikan ke ICU Rumah Sakit
"Tim 02 kemarin saya lihat kurang mampu menunjukkan dan membuktikan bahwa telah terjadi kecurangan yang TSM," kata Ferdinand.
Sementara, ujar Ferdinand saksi 01 justru hadir membuka sesuatu yang seharusnya ditutup, yaitu terkait dengan ToT, atau pelatihan TKN yang diduga berisi materi ajarkan melakukan kecurangan.
"Tapi ToT itu tak bisa dikategorikan bahwa itu perencanaan untuk curang secara TSM," jelas Ferdinand.
Andre lantas memberikan tanggapan atas pernyataan Ferdinand terkait ToT ini.
"Sebenarnya ToT itu kalau kita bisa lihat nih, Jansen Sitindaon, teman saya dan Ferdinand ini korban ToT," kata Andre.
• Arsul Sani Sebut Omongan Bambang Widjojanto soal MK Bisa Jadi Bahan Tertawaan Dunia Advokat
Andre lantas menyebut soal adanya pernyataan dalam ToT itu bahwa 02 itu memiliki pendukung dengan paham radikalisme.
"Narasi itu dibangun kan, di media mainstream dan di media sosial, stempel kami ini adalah orang yang didukung oleh islam radikal."
"Akibatnya apa? Di kantong-kantong nonmuslim itu suara Pak Prabowo dan Bang Sandi itu anjlok, hancur," jelas Andre.
"Contoh, di NTT, Bali, Sulawesi Utara, Papua, Bahkan di Sumatera Utara."
Andre menjelaskan, hal ini tentu berpengaruh bagi Jansen Sitindaon yang disebutnya sebagai 'die hard-nya Prabowo'.
"Jansen Sitindaon, teman kami berdua mengakui. Jansen Sitindaon itu die hard-nya Prabowo, bersama Ferdinand waktu itu."
"Tapi Bang Jansen tidak mendapat elektoral, bahkan suaranya menurun karena stigmasisasi yang dilakukan di ToT itu. Jadi ToT itu terindikasi adalah permufakatan curang," ujar Andre.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/ferdinand-ria-andre.jpg)