Terkini Daerah

Marak Kasus Pernikahan Anak Pengungsian Warga Palu, karena Himpitan Ekonomi dan Desakan Keluarga

Pernikahan anak di usia 14-17 tahun di lokasi pengungsian Palu dirasa memprihatinkan oleh LIBU Perempuan Sulawesi Tengah.

Marak Kasus Pernikahan Anak Pengungsian Warga Palu, karena Himpitan Ekonomi dan Desakan Keluarga
VOA/ Libu Perempuan Sulawesi Tengah
TengahTenda Ramah Perempuan di Balaroa, Kecamatan Palu Barat, Sulawesi Tengah diantaranya untuk memberikan perlindungan dan dukungan psikososial Perempuan dan Remaja di lokasi pengungsian. 

Kasus perkawinan anak yang disebutkan Libu Perempuan itu diketahui dari hasil kegiatan pendampingan melalui kegiatan “Pos Tenda Ramah Perempuan” yang didirikan di sejumlah lokasi pengungsian sejak Oktober 2018 silam.

TengahTenda Ramah Perempuan di Balaroa, Kecamatan Palu Barat, Sulawesi Tengah diantaranya untuk memberikan perlindungan dan dukungan psikososial Perempuan dan Remaja di lokasi pengungsian.
TengahTenda Ramah Perempuan di Balaroa, Kecamatan Palu Barat, Sulawesi Tengah diantaranya untuk memberikan perlindungan dan dukungan psikososial Perempuan dan Remaja di lokasi pengungsian. (VOA/ Libu Perempuan Sulawesi Tengah)

“Pos Tenda Ramah Perempuan” yang merupakan hasil kerjasama dengan UNFPA dan KemenPPA itu memiliki program Perlindungan Perempuan, Dukungan Psikososial Perempuan dan Remaja, Pengaduan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Penguatan Kapasitas dan Pemberdayaan Perempuan.

“Pos Tenda Ramah Perempuan” didirikan di lokasi-lokasi pengungsian yang berada di Petobo, Jono’oge, Pombewe, Sibalaya di Kabupaten Sigi dan di Balaroa, Gunung Bale dan Pantoloan Ova di Kota Palu.

Dari sepuluh kasus perkawinan anak yang terjadi dalam rentang Oktober 2018 hingga Mei 2019 tersebut diketahui enam diantaranya menikah dengan pasangan yang juga masih usia anak, dan satu di antaranya menikah dengan pria di atas usia 40 tahun.

Sedangkan tiga lainnya menikah dengan pasangan berusia 18-20 tahun.

“Ada yang menikah itu dengan anak yang sebaya, ada juga yang tadi saya cerita itu yang istrinya meninggal karena likuifaksi kemudian mencari istri baru, itu suaminya sudah usia 40 tahun ke atas, kemudian ada juga 20-an, tapi kalau dari data yang kami masuk itu, rata-rata ada enam yang (menikah dengan usia) sebaya,” ungkap Dewi.

BNPB Raih Penghargaan Wajar Tanpa Pengecualian Laporan Keuangan 2018

Ia menambahkan pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk terus memantau perkembangan dari para anak yang menikah dini itu terkait dengan kondisi organ reproduksi mereka yang belum matang serta kerentanan terhadap terjadinya kekerasan dalam rumah tangga.

DP3A Dorong Pemkot Palu Percepat Pembangunan Hunian Tetap

Irmayanti Pettalolo, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Palu, mengatakan sejauh ini pihaknya baru mengetahui ada lima kasus perkawinan anak yang dilaporkan.

Ia pun menilai faktor beban ekonomi yang dialami oleh orang tua yang sulit mendapatkan pekerjaan bisa mempengaruhi terhadap terjadinya perkawinan anak di lokasi-lokasi pengungsian.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Tiffany Marantika Dewi
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved