Sidang Sengketa Pilpres 2019

Mahfud MD Bicara Kemungkinan Gugatan Permohonan 02 Bisa Dikabulkan MK meski Bersifat Kualitatif

Mahfud MD memberikan penjelasan soal gugatan permohonan yang diajukan oleh Tim Kuasa Hukum 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.

Mahfud MD Bicara Kemungkinan Gugatan Permohonan 02 Bisa Dikabulkan MK meski Bersifat Kualitatif
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD saat menghadiri diskusi bertajuk Saresehan Kebangsaan, di Four Points Hotel, Medan, Sumatera Utara, Sabtu (9/2/2019). 

"Terstruktur itu artinya dilakukan oleh aparat resmi yang seharusnya melaksanakan pemilu dengan jurdil, bisa itu KPU, Bawaslu, bisa intansti pemerintah itu terstruktur," jawab Mahfud MD.

Bukan Buat Bunuh 4 Jenderal, Kivlan Zen Akui Menerima Uang dari Habil Marati untuk Hal Ini

Namun, terstruktur itu juga harus dibarengi dengan sistematis.

"Tetapi juga harus sistematis, tidak bisa misalnya ada pejabat pemerintah berkampanye menggunakan dana negara, berkampanye agar orang memilih paslon tertentu, tapi dia tidak punya akses langsung untuk mengatur suara di TPS dan mengatur pencoblosan."

"Maka itu meskipun terstruktur tidak sistematis, kalau Anda jadi bupati lalu menyuruh orang 'yuk pilih itu' tapi Anda tidak melakukan langkah untuk menentukan apa yang harus diilakukan di TPS oleh KPPS dan sebagainya, maka itu tidak sistematis walaupun terstruktur," tambahnya.

Lihat videonya menit 5.37:

Sementara itu, terkait soal dapat diterimanya gugatan 02, Mahfud juga mengatakan kemungkinan ditolaknya gugatan tersebut.

Dikutip TribunWow.com dari Kompas TV, Senin (17/6/2019), Mahfud menuturkan perkara yang diajukan oleh kubu 02 memang akan diperiksa MK karena hal itu merupakan wewenang MK.

Tapi, menurutnya, ada peluang perkara tersebut ditolak karena diperiksa bukan berarti pasti dikabulkan.

"Perkaranya diperiksa karena memang wewenangnya MK, tapi diterima itu belum tentu dikabulkan," ujar Mahfud.

"Permohonan paslon 02 dapat diterima dalam pemeriksaan. Adapun pokok perkaranya bisa dikabulkan bisa tidak, tergantung pada pembuktiannya di persidangan nanti, pembuktian bagaimana signifikansinya terhadap perolehan suara atau urutan kemenangan itu bagaimana," ungkapnya.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Tiffany Marantika Dewi
Editor: Lailatun Niqmah
Sumber: TribunWow.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved