Sidang Sengketa Pilpres 2019

Mahfud MD Tanggapi Permohonan 02 agar MK Menunjuk Prabowo-Sandi sebagai Presiden dan Wapres

Mahfud MD beri penjelasan soal permohonan yang diajukan oleh Tim Kuasa Hukum 02 yang meminta Prabowo-Sandi ditetapkan jadi presiden dan wakil presiden

Mahfud MD Tanggapi Permohonan 02 agar MK Menunjuk Prabowo-Sandi sebagai Presiden dan Wapres
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD hadiri diskusi yang bertajuk Saresehan Kebangsaan, di Four Points Hotel, Medan, Sumatera Utara, Sabtu (9/2/2019). 

TRIBUNWOW.COM - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD memberikan penjelasan soal permohonan yang diajukan oleh Tim Kuasa Hukum 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.

Pemohonan tersebut yakni berupa paslon 02 Prabowo-Sandi yang harusnya dinyatakan menjadi presiden dan wakil presiden.

Menanggapi hal itu, Mahfud MD memberikan tanggapan saat menjadi narasumber di acara Breaking News Kompas TV, Jumat (14/6/2019) pagi.

Selain soal pernyataan Prabowo-Sandi menjadi presiden dan wakil presiden, Mahfud juga bersamaan menanggapi soal permohonan diskualifikasi paslon 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin.

"Mengenai salah satu permohonannya adalah mendiskualifikasi ataupun membatalkan begitu kemengan atau paling tidak keunggulan dari suara sah dari pasangan 01 dan yang kedua adalah menunjuk bahwa Prabowo - Sandi adalah presiden dan wakil presiden terpilih, sebenarnya apakah ada kewenangan tersebut di Mahkamah Konstitusi kalau memang membatalkan kita pernah tahu di MK apakah kewenangan ini pernah terjadi di Pilpres terutama pengangkatan itu?," tanya pembawa acara.

Viral Pengemudi BMW Todongkan Pistol di Tengah Kemacetan Jakarta, Ini Cerita Saksi Mata

Mahfud lalu mengatakan bahwa permohonan Prabowo-Sandi ditetapkan menjadi presiden dan wakil presiden tersebut bukan diputuskan oleh MK.

Dikarenakan dalam hal penetapan presiden dan wakil presiden, MK tidak memiliki hak.

Mahfud lalu memberikan contoh kasus yang pernah ia tangani pada pemilihan kepala daerah di Bengkulu.

"Begini, ada dua istilah yang harus dibedakan, satu mendiskualifikasi, dua menyatakan curang secara TSM (terstruktur, sistematis, dan masif) kalau mendiskualifikasi itu MK sudah pernah," ujar Mahfud MD.

"Dulu karena calon yang bersangkutan sejak awal tidak memenuhi syarat yaitu di Bengkulu Selatan."

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Tiffany Marantika Dewi
Editor: Rekarinta Vintoko
Sumber: TribunWow.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved