Terkini Daerah
Ini Alasan Polisi Yakin Terduga Pelaku Bom Bunuh Diri di Kartasura Tak Terlibat Jaringan Terorisme
Kapolri Jenderal Tito Karnavian memaparkan kesimpulan sementara polisi bahwa terduga pelaku bom bunuh diri di Kartasura, Sukoharjo adalah lone wolf.
Penulis: Ananda Putri Octaviani
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
TRIBUNWOW.COM - Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian mengatakan polisi masih mendalami keterkaitan antara terduga pelaku bom bunuh diri di Kartasura, Sukoharjo dengan jaringan teroris.
Namun dari analisa sementara, polisi menyimpulkan terduga pelaku dikategorikan sebagai lone wolf, pelaku teror yang tidak terkait jaringan apapun.
"Sampai hari ini kesimpulan kita sementara sudah mendekati 90 persen ya, bahwa itu adalah lone wolf," terang Tito Karnavian, seperti tampak dalam tayangan di saluran YouTube tvOneNews, Rabu (5/6/2019).
Tito menjelaskan, kesimpulan ini didapatkan pihak kepolisian dari sejumlah hal.
• Belajar dari Facebook, Pelaku Bom Bunuh Diri Kartasura Tak Terlibat Terorisme, Ini Motivasinya
Terlebih, jelas Tito, pihak terduga pelaku pun masih hidup, sehingga bisa dilakukan interogasi secara langsung.
"Karena kita sudah lihat, dasarnya apa, yang pertama tersangka masih hidup. Jadi kita bisa interview yang bersangkutan kapan dia terpapar paham radikal, terorisme," ungkap Tito.
Tito menjelaskan, terduga pelaku bom bunuh diri ini mengetahui berbagai hal terkait bom bunuh diri dan paham radikal dari internet.
"Dia dari internet, dari sosial media, kemudian dia belajar juga. Di rumahnya ditemukan bahan-bahan pembuatan bom dan alat-alat untuk membuat bom. Itu dia belajar melalui internet, melalui handphone," jelas Tito.
"Kemudian dia membeli juga semua yang dia beli sendiri. Sudah kita buktikan bahan-bahannya memang mudah dicari."
Tak hanya itu, pihak polisi menyimpulkan hal tersebut juga dikarenakan daya bom bunuh diri yang tidak cukup kuat.
Pasalnya, ujar Tito, jika sang terduga pelaku berada di dalam suatu jaringan, maka bom tentunya akan memiliki daya ledak sempurna karena dirakit oleh seorang profesional.
"Kita lihat juga bomnya dia tidak sempurna. Kalau dia sempurna pasti dia meledak besar. Ini kan tidak meledak besar, kemudian dia terluka, masih bisa hidup," ujar Tito.
• Kapolda Jateng Sebut Pelaku Bom Bunuh Diri di Kartasura Berbaiat kepada Pimpinan ISIS
"Kalau memang dia profesional, pasti ledakannya akan besar, dan kemudian yang bersangkutan bisa hancur badannya. Pengalaman selama ini begitu," papar dia.
Tito menjelaskan, terduga pelaku memang pernah mengikuti pengajian yang di dalam kelompok tersebut ada yang pernah terpapar jaringan teroris.
Namun menurut Tito, tidak ada jaringan yang signifikan yang diikuti oleh sang pelaku itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/tito-karnavian_20180825_082931.jpg)