Breaking News:

Ramadan dan Idul Fitri

Cerita Pemudik dari Pemalang ke Surabaya, Naik Motor Tua Boncengkan Istri dan 3 Anaknya

Yoan Heru, pria ini setiap tahun pasti menyempatkan waktu untuk mudik dari Comal Pemalang ke Gubeng, Surabaya, demi bertemu ibunya.

Editor: Astini Mega Sari
TRIBUNJATENG/ISTIMEWA
Pemudik Comal Pemalang-Gubeng Surabaya dengan sepeda motor tua yang dinaiki lima orang. 

TRIBUNWOW.COM - Mudik atau pulang ke kampung halaman saat lebaran menjadi kebiasaan sebagian besar umat Islam di Indonesia.

Akibatnya jalan akan dipadati kendaraan.

Masing-masing ingin sampai ke kampung halaman demi menikmati suasana lebaran.

Ada banyak alasan untuk mudik saat lebaran.

Mulai dari alasan ingin bertemu orangtua, ada juga yang ingin nostalgia dengan kampung di mana dia dilahirkan.

Menteri Perhubungan Imbau Pemudik Kembali ke Jakarta pada 7 atau 10 Juni

Misalnya saja Yoan Heru. Pria ini setiap tahun pasti menyempatkan waktu untuk mudik dari Comal Pemalang ke Gubeng, Surabaya.

Anak dan istrinya selalu diajak pulang ke tempat di mana dia dilahirkan.

Semangat untuk pulang semakin membaja.

Apalagi dibarengi dengan niat dari dalam hati Yoan untuk bertemu dengan seorang ibu.

Tidak ada kendaraan mewah baginya untuk pulang ke Surabaya.

Hanya bermodalkan sepeda motor tua Suzuki Tornado 2 tak dia membawa istri dan 3 anak menyusuri jalur Pantura sampai tiba di Surabaya.

Jadi motor tua itu dinaiki oleh 5 orang. 

Cerita Penumpang Mengaku Dibohongi Pihak Lion Air saat Mudik, Begini Kronologinya

Sedianya Yoan memiliki 4 anak.

Karena jok kendaraannya tak lagi mampu menampung semua anaknya, terpaksa anak pertamanya tidak diajak mudik ke Surabaya.

Minggu (2/6/2019) dia berangkat dari Comal sekitar pukul 15.00 WIB.

Sampai Kudus pada Senin dini hari sekitar pukul 02.30 WIB.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Tags:
mudik lebaranMudikKudusSurabayaPemalang
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved