Kabar Ibu Kota

Dita Indah Sari Beberkan Siapa Saja yang Harus Bertanggung Jawab atas Aksi 21-22 Mei

Aktivis Dita Indah Sari mengungkapkan siapa pihak-pihak yang harus bertanggung jawab atas aksi massa 21-22 mei di Gedung Bawaslu, Jakarta.

Dita Indah Sari Beberkan Siapa Saja yang Harus Bertanggung Jawab atas Aksi 21-22 Mei
Capture Youtube KompasTV
Aktivis Dita Indah Sari mengungkapkan siapa pihak-pihak yang harus bertanggung jawab atas aksi massa 21-22 mei di Gedung Bawaslu, Jakarta. 

TRIBUNWOW.COM - Aktivis Dita Indah Sari mengungkapkan siapa pihak-pihak yang harus bertanggung jawab atas aksi massa 21-22 mei di Gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Jakarta.

Diberitakan TribunWow.com, hal tersebut disampaikan Dita di tayangan Rosi yang dibagikan di saluran YouTube KompasTV, Kamis (30/5/2019).

Awalnya, Dita meminta agar seluruh pihak tidak melebih-lebihkan gerakan ini.

Ia juga meminta agar gerakan ini tak dibandingkan dengan gerakan 98.

Ungkap Alasan Mengapa Kasus Makar Tengah Ramai, Mantan Kepala BAIS TNI Singgung Era Soeharto

"Kita tidak usah melebih-lebihkan gerakan 21-22 Mei, kita tidak usah juga menganggap itu sebagai sebuah revolusi politik atau dibanding-bandingkan dengan gerakan 98," tegas Dita.

"Itu menurunkan level gerakan 98," sambung dia.

Menurut Dita, aksi 21-22 Mei ini hanya merupakan gerakan terkait kontestasi politik di mana ada pihak yang kalah tapi tidak bisa menerima atau belum bisa menerima kekalahan.

"Nah, orang yang kalah tapi belum bisa menerima kekalahan jalurnya ada dua. Satu bisa jalur hukum, atau jalur yang non hukum," kata Dita.

Demonstran terlibat bentrok dengan polisi saat menggelar Aksi 22 Mei di depan gedung Bawaslu, Jakarta, Rabu (22/5/2019). Aksi unjuk rasa itu dilakukan menyikapi putusan hasil rekapitulasi nasional Pemilu serentak 2019.
Demonstran terlibat bentrok dengan polisi saat menggelar Aksi 22 Mei di depan gedung Bawaslu, Jakarta, Rabu (22/5/2019). Aksi unjuk rasa itu dilakukan menyikapi putusan hasil rekapitulasi nasional Pemilu serentak 2019. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Dita perpendapat, apa yang diperjuangkan dari gerakan ini sebenarnya hanya kepentingan elite politik yang belum bisa merima kekalahan.

"(Mereka) belum bisa menerima fakta bahwa suara mereka kurang banyak, kurang 17 juta dari kontestan lain, yaitu Pak Jokowi. Itu saja," ujar Dita.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Ananda Putri Octaviani
Editor: Rekarinta Vintoko
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved