Kabar Tokoh
Laporan Ancaman Pembunuhannya Dikaitkan dengan Aksi 22 Mei, Adian Napitupulu: Saya Minta Dipastikan
Juru Bicara TKN Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin, Adian Napitupulu angkat bicara terkait laporan ancaman pembunuhan terhadap dirinya.
Penulis: Atri Wahyu Mukti
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin, Adian Napitupulu angkat bicara terkait laporan ancaman penculikan dan pembunuhan terhadap dirinya.
Dengan tegas, Adian menjelaskan laporan yang dilayangkan kepada Bareskrim Mabes Polri berupa beberapa hal.
Dilansir oleh TribunWow.com, hal itu disampaikan oleh Adian kepada 'Top News' Metro TV, Jumat (24/5/2019).
"Fitnah, pengancaman, ancaman penculikan, ancaman pembunuhan," jelas Adian.
• Jawaban Polri saat Ditanya Siapa Tokoh yang Membayar Perusuh dalam Aksi 22 Mei
Kemudian, seorang awak media melontarkan pertanyaan kepada Adian terkait laporannya tersebut.
Seorang awak media tampak menanyakan apakah laporan Adian berkaitan dengan Aksi 22 Mei.
"Itu ada kaitannya dengan aksi yang lagi ramai sekarang ini pak?" tanya seorang awak media.
Menanggapi itu, Adian mengungkapkan bahwa dirinya meminta kepada aparat supaya dipastikan ada kaitannya atau tidak.
"Pastinya biar kita selidiki dulu," tegas Adian.
"Saya minta dipastikan ada hubungannya atau tidak," tandasnya.
• Sudjiwo Tedjo Nyatakan Kritik untuk Polisi dalam Penanganan Aksi 22 Mei: Ini Ada Semacam Perbedaan
Simak videonya di sini.
Sementara dikutip dari Tribunnews.com, Adian memaparkan ancaman yang diterimanya melalui media sosial di antaranya WhatsApp, Facebook, dan pesan singkat.
Ia menilai, ancaman tersebut disebabkan karena dirinya sangat vokal menyatakan dukungan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Adian juga menyayangkan jika dalam perbedaan pilihan sampai terjadi adanya ancaman.
"Kalau kita punya pandangan berbeda tentang banyak hal, ya bicarakan secara ilmiah. Jangan mengancam," kata Adiandi Bareskrim Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (22/5/2019).
• Demokrat dan PAN Disebut Merapat ke Jokowi, Irma Suryani: Ada Kepentingan Jangka Pendek dan Panjang