Pilpres 2019
Cucu Pendiri NU Ikut Gabung Rapat Koordinasi dengan BPN Prabowo-Sandi, Sempat Ikut Aksi 22 Mei
Abrul Rozak melanjutkan, BKSN secara penuh juga mendukung langkah BPN yang sudah melayangkan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
TRIBUNWOW.COM - Barisan Kiai Santri Nahdliyyin (BKSN), Kamis (23/5/2019) malam bergabung dalam rapat koordinasi bersama Badan Pemenangan Nasional (BPN) Capres dan cawapres Nomor Urut 02 Prabowo-Sandi.
Sekjen BKSN, Abdul Rozak mengatakan, rapat koordinasi tersebut akan dihadiri langsung oleh Prabowo Subianto dan Ketum BKSN, KH Solachul Aam Wahib Wahab (Gus Aam) yang juga cucu dari pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Wahab Hasbulloh.
"Kita Koordinasi di Kertanegara terkait tindak lanjut untuk dan langkah-langkah kita berikutnya," ucap Abdul Rozak.
Abrul Rozak melanjutkan, BKSN secara penuh juga mendukung langkah BPN yang sudah melayangkan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).
• Andre Rosiade Sindir Jokowi soal Rekonsiliasi: AHY Saja Bisa Ditelepon, Kenapa Pak Prabowo Enggak?
"Ini perlu karena harus ada legitimasi hukum yang kita perjuangkan juga," jelasnya.
Pihaknya optimis, BPN bisa memenangkan gugatan di Mahkamah Konstitusi (MK) tersebut berbekal data-data yang lebih valid.
Untuk aksi damai turun ke jalan sendiri, Abdul Rozak mengatakan BKSN akan satu komando dengan BPN.
"Hari ini sudah tidak ada dan besok pagi kita akan pulang bersama dengan Gus Aam juga," tegasnya.
Ikut Aksi 22 Mei di Bawaslu
Sebelumnya Cucu Pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Wahab Hasbulloh, yaitu KH Solachul Aam Wahib Wahab (Gus Aam) sempat turun ke jalan untuk mengikuti aksi 22 Mei yang berlangsung damai, pada Selasa (21/5/2019) malam, di depan Gedung Bawaslu RI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.
"Beliau (Gus Aam) sempat turun ke Bawaslu RI semalam bersama kiai kultural NU Jatim yang lain," kata Sekjen Barisan Kiai dan Santri Nahdliyyin (BKSN), Abdul Rozak, Rabu (22/5/2019).
• Mahfud MD Sebut Peluang Prabowo Jadi Presiden: Bisa Juga Raih 55 Persen Suara dan Ungguli Jokowi
Selama turun dalam aksi tersebut, Abdul Rozak mengatakan, bahwa Gus Aam dan para kiai di rombongan yang lain dalam keadaan yang aman dan tidak sampai ada luka.
"Gus Aam aman-aman aja insyaallah, ini menginap di hotel, tidak ada teror," ucapnya.
Sedangkan untuk massa dari BKSN dan dari elemen lain, ada beberapa yang sempat terlibat bentrok dan luka.
"Kami juga prihatin dengan adanya enam korban yang sampai meninggal dunia," tegas Abdul Rozak.
Untuk suaka sendiri, Abdul Rozak mengatakan, bahwa massa sementara ini menggunakan masjid untuk tempat menginap.
"Teman-teman banyak yang menginap di Masjid, Masjid Cut Meutia itu full sampai halamannya dipakai orang," tandas Abdul Rozak.
• Mahfud MD Akui BPN Prabowo-Sandi Punya Pengacara Terbaik: Jangan Ribut Lagi kalau Sudah Diputusi
Sebelumnya, para ulama dan kiai dari Jawa Timur berangkat ke Jakarta untuk mengikuti aksi damai yang rencananya di laksanakan tanggal 22 Mei 2019 di Kantor KPU RI.
Sekjen Barisan Kiai dan Santri Nahdliyyin (BKSN), Abdul Rozak mengatakan rombongan tersebut berisi 15 orang yang berangkat dari Bandara Juanda, Selasa (21/5/2019) pagi.
Termasuk di dalamnya Ketum BKSN, KH Solachul Aam Wahib Wahab (Gus Aam) yang juga merupakan cucu pendiri NU, KH Wahab Hasbullah.
"Kita pakai air Asia ini sudah 7 orang, nanti ada lagi 8 orang lagi," kata Abdul Rozak saat dihubungi sebelum berangkat ke Jakarta.
Abdul Rozak mengatakan, rombongan tersebut berangkat dengan pakaian yang tidak mencolok serta tidak membawa atribut agar tidak menarik perhatian.
"Nyamar. Kita ini takutnya banyak razia itu. Ya kita gak pakai atribut. Pakai kausan semua," ujarnya.
Para ulama dan kiai yang berangkat berasal dari berbagai daerah di Jatim mulai dari Banyuwangi, Malang, Pasuruan, Jombang, dan daerah lainnya. (Tribun Madura/Sofyan Candra Arif Sakti)
WOW TODAY:
Artikel ini telah tayang di Tribunmadura.com dengan judul Yakin Gugatan BPN di Mahkamah Konstitusi (MK) Menang, Cucu Pendiri NU Bertemu Prabowo di Kertanegara