Pilpres 2019
Prabowo Subianto di Depan Massa Aksi 22 Mei: Saya Minta Perjuangan Kita Damai
Calon Presiden (capres) 02 Prabowo Subianto memberikan pidato di depan para pendukungnya saat aksi 22 Mei.
Penulis: Tiffany Marantika Dewi
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Calon Presiden (capres) 02 Prabowo Subianto memberikan pidato di depan para pendukungnya saat aksi 22 Mei.
Pidato Prabowo itu turut diunggah oleh channel YouTube Macan Idealis, Kamis (23/5/2019).
Dalam kesempatan itu, Prabowo mengucapkan terima kasih pada orang-orang yang turun ke jalan untuk aksi 22 Mei.
"Saudara-saudara saya ingin menyampaikan beberapa hal yang pertama tentunya terima kasih atas semangat juang saudara-saudara," ujar Prabowo.
"Terima kasih atas kesetiaan saudara-saudara."
• Video Prabowo Jenguk dan Tenangkan Massa Aksi 22 Mei yang Terbujur di Ruang Kesehatan
Capres 02 ini mengatakan dirinya selama ini berjuang bukan untuk dirinya melainkan untuk rakyat.
"Saya ingin tegaskan di sini bahwa saya dengan kawan-kawan dengan rekan-rekan dan tokoh-tokoh nasional, kami sekali lagi berjuang jangan untuk suatu jabatan."
"Saya tidak berjuang untuk saya mau jadi presiden atau tidak jadi presiden."
"Saya maju waktu itu sebagai pejuang calon presiden adalah untuk membela kepentingan membela rakyat Indonesia."
"Dan saya terus akan berjuang untuk rakyat Indonesia."
• Jokowi Membalas Ucapan Selamat dari Sejumlah Tokoh Dunia, Mahathir Mohamad hingga Scott Morrison
Ia lalu menegaskan bahwa pendukungnya harus percaya padanya dan upayanya dalam pemilihan presiden.
"Tapi kalau saudara percaya sama saya. Kalau saudara menjadi pendukung saya, saya mohon saudara-saudara benar-benar percaya sama saya," ujar Prabowo.
"Bagaimana istilah di pesantren? Samina Wato'na, jadi satu saya minta perjuangan kita damai."
Prabowo meminta para pendukungnya untuk menghindari kekerasan dan tidak memberikan balasan jika dizalimi.
• Sosok dan Kiprah Para Pengacara Prabowo-Sandi dalam Sengketa Pilpres 2019 di MK
"Kalau pihak yang manapun mau pakai kekerasan adalah penzaliman, kita tidak boleh membalas dengan kekerasan, paham?," kata Prabowo.