Terkini Ibu Kota
Anies Baswedan Paparkan Kondisi Ibu Kota pasca-Kerusuhan Aksi 22 Mei: Berbeda dengan Tahun 1998
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memaparkan kondisi Ibu Kota pasca kerusuhan yang terjadi pada aksi 22 Mei.
Penulis: Ananda Putri Octaviani
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
TRIBUNWOW.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memaparkan kondisi Ibu Kota pasca kerusuhan yang terjadi pada aksi 22 Mei.
Diberitakan TribunWow.com, hal tersebut disampaikan Anies melalui teleconference di program Breaking iNews, seperti dalam saluran YouTube Official iNews, Kamis (23/5/2019).
Anies menjelaskan, pemerintah provinsi tidak memiliki banyak pekerjaan rumah (PR) atas aksi massa tersebut.
• Viral Video Wanita Diduga Bawa Bom Dekati Polisi lalu Ditembaki Gas Air Mata, Ini Fakta di Baliknya
Ia bahkan menyebutkan bahwa sampah akibat aksi massa ini sudah berhasil diselesaikan.
Tak hanya itu, Anies menegaskan bahwa suasana DKI saat ini pun sudah berjalan dengan baik, tenang, damai, dan stabil.
"Alhamdulillah, kalau PR sisanya nggak banyak. Sampah sudah beres, suasana juga baik. Saya ingin garis bawahi bahwa kondisi ibu kota tenang, stabil, damai," ujar Anies.
Anies menjelaskan, kericuhan itu sebenarnya hanya terjadi di sejumlah wilayah Jakarta saja, jadi tak berpengaruh banyak bagi Jakarta secara keseluruhan.
"Mengapa saya katakan begini? Karena sesungguhnya yang menjadi perhatian hanya satu ruas jalan, di jalan Thamrin di mana di situ ada kantor Bawaslu, dan pada malam sebelumnya, ada di sebuah kecamatan saja. Di situ ada sejumlah titik dalam satu kecamatan itu, ada di Petamburan, di Tanah Abang, di sekitar Slipi, tapi ini satu wilayah," jelas Anies.
"Di luar itu semua, Jakarta aman dan damai," ungkap dia.
Anies menegaskan, situasi yang terjadi dalam Aksi 22 Mei ini berbeda dengan aksi demonstrasi pada tahun 1998.
"Ini berbeda dengan tahun 98," tegas dia.
Anies lantas menjelaskan, pada saat demonstrasi 1998, suasana di seluruh Jakarta begitu mencekam.
"Karena kerusuhan terjadi di mana-mana, kebakaran ada di mana-mana, bahkan toko-toko, mall-mall ada penjarahan," papar Anies.
"Jadi benar-benar kota Jakarta berada dalam situasi yang tidak stabil," sambung dia.
• Prabowo Subianto di Depan Massa Aksi 22 Mei: Saya Minta Perjuangan Kita Damai
Hal itu, terang Anies, tentu berbeda dengan apa yang terjadi sekarang.