Kabar Tokoh

TKN Komentari Kasus Eggi Sudjana yang Dituding sebagai Bentuk Kepentingan Kekuasaan untuk Membungkam

Juru Bicara TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily memberi komentar soal kasus tuduhan makar yang menjerat Eggi Sudjana.

TKN Komentari Kasus Eggi Sudjana yang Dituding sebagai Bentuk Kepentingan Kekuasaan untuk Membungkam
Capture Live Facebook Trans7
TKN komentari kasus Eggi Sudjana yang dituding sebagai bentuk kepentingan kekuasaan untuk membungkam suara, Rabu (15/5/2019). 

TRIBUNWOW.COM - Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily memberi komentar soal kasus tuduhan makar yang menjerat politisi PAN Eggi Sudjana.

Kasus Eggi dituding oleh Anggota Tim Advokasi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Novel Bamukmin sebagai bentuk kepentingan kekuasaan untuk membungkam suara.

Dikutip dari acara Mata Najwa di Trans7, pembawa acara Najwa Shihab lantas meminta tanggapan dari Ace terkait pernyataan Novel tersebut.

UPDATE Real Count Situng KPU Pilpres 2019, Prabowo Raih 56 Juta Lebih Suara, Data Masuk 84 Persen

Menanggapi hal itu, Ace mengaku tidak ingin membicarakan proses kasus Eggi lebih lanjut.

"Saya tentu tidak mau mengomentari lebih lanjut terkait dengan proses hukum yang berlangsung," ujar Ace.

Kembali lagi Najwa meminta komentar Ace terkait tudingan Novel yang menyinggung soal kasus Eggi karena diduga terkait kepentingan kekuasaan.

Dengan tegas Ace menyatakan bahwa tidak mungkin kepolisian berani mengambil kebijakan jika tak disertai fakta-fakta hukum.

"Dan kami sangat percaya terhadap penegak hukum, kalau memang ditemukan ada bukti bahwa upaya-upaya secara serius terhadap misalnya pendegeletimasian terhadap KPU, pendegeletimasian terhadap Bawaslu, belum apa-apa sebelum pemilu 17 April 2019 sudah mengatakan bahwa 'kita pasti menang kalau tidak dicurangi,' saya kira itu sama saja dengan mendahului takdir," paparnya.

Prabowo-Sandi dan BPN Tolak Hasil Pilpres, Mahfud MD Bicara soal Kemungkinan Kemenangan Paslon 02

Terkait kasus Eggi yang menyerukan people power, Ace menjelaskan bahwa seruan itu justru telah dilakukan oleh rakyat pada pencoblosan suara 17 April 2019 lalu.

"17 April itu lah people power yang sesungguhnya," tegas Ace.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Atri Wahyu Mukti
Editor: Lailatun Niqmah
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved