Terkini Internasional
Viral Video Detik-detik PM Australia Scott Morrison Dilempari Telur saat Kampanye
Dalam video yang beredar di media sosial, Selasa (7/5/2019), Scott Morrison terlihat dilempari telur oleh seorang wanita saat sedang kampanye.
Penulis: Laila N
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
TRIBUNWOW.COM - Perdana Menteri Australia Scott Morrison menjadi perbincangan dunia lantaran videonya saat kampanye viral.
Dalam video yang beredar di media sosial, Selasa (7/5/2019), Scott Morrison terlihat dilempari telur oleh seorang wanita saat sedang berkampanye.
Diketahui, Australia akan melangsungkan pemilihan umum pada 18 Mei mendatang.
Dikutip dari KompasTV, Rabu (8/5/2019), saat itu Scott Morrison tengah berkampanye di wilayah New South Wales.
Saat sedang berbicara, seorang wanita berusia 25 tahun mendadak mendekati Scott Morrison dan melemparkan telur di kepala bagian belakang sang PM.
• Foto dan Video Suasana Ramadan Mencekam di Palestina, Warga Gaza: Apa Dosa Anak-anak Saya?
Sontak saja, sang wanita langsung ditangkap oleh pihak keamanan.
Meski demikian, wanita tersebut akhirnya dibebaskan dengan jaminan, dan akan menjalani sidang pada 27 Mei nanti.
Aksi pelemparan telur ini diduga karena protes pelaku atas kebijakan Australia di Pulau Manus, Papua Nugini, pulau bagi tahanan para pengungsi ilegal.
Aksi tersebut sempat membuat heboh, dan menyebabkan seorang lansia wanita terjatuh.
Sang PM kemudian terlihat langsung membantu sang wanita berdiri.
Setelah aksi tersebut, Scott Morrison memberikan tanggapan.
Menurutnya, perbedaan pandangan tidak seharusnya membuat seseorang membuat tindakan 'menjijikkan' seperti itu.
• Jadi Tersangka, Bachtiar Nasir Absen Pemeriksaan Pertama, Ini Kata Polisi soal Kriminalisasi Ulama
"Hanya karena Anda memiliki perbedaan pandangan dengan seseorang, bukan berarti Anda harus terlibat dalam aksi protes yang menjijikkan ini," ujarnya.
"Maksud saya, ini bukan cara yang seharusnya kita lakukan."
"Kita ini orang beradab, kita tidak harus mengikuti hal semacam itu, maksud saya, saya menghormati orang yang tidak setuju dengan pendapat saya."