Breaking News:

Terkini Internasional

Dimenangkan Oposisi hingga Partai Erdogan Protes, KPU Turki Berencana Lakukan Pemilu Ulang

Badan tertinggi penyelenggara pemilu Turki dilaporkan memerintahkan diadakan pemilu ulang di Istanbul yang dimenangkan oleh oposisi.

Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
EPA
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan 

TRIBUNWOW.COM - Badan tertinggi penyelenggara pemilu Turki dilaporkan memerintahkan diadakan pemilu ulang di Istanbul yang dimenangkan oleh oposisi.

Diberitakan media pemerintah via AFP Senin (6/5/2019), perintah itu muncul setelah partai yang dipimpin Presiden Recep Tayyip Erdogan mengajukan protes.

Pemenang pemilu wali kota Istanbul yang merupakan andalan oposisi Partai Rakyat Republik (CHP) Ekrem Imamoglu menyebut keputusan itu merupakan "pengkhianatan".

Dia pun berjanji bakal memberi perlawanan.

Diumumkan Hari Ini Selasa 7 Mei 2019, Berikut Link Pengumuman Hasil UTBK SBMPTN 2019

"Mereka berusaha merampas kemenangan kami. Kecewa iya, tapi kami tak pernah putus harapan," kata Imamoglu.

Imamoglu mengalahkan kandidat Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) yang dipimpin Erdogan dalam pemilu 31 Maret lalu untuk mengambil kendali di kota terbesar Turki.

Hasil itu merupakan kekalahan mengejutkan bagi AKP yang menguasai Istanbul selama 25 tahun terakhir.

Terutama Erdogan yang pernah menjadi wali kota di sana.

AKP menyatakan mereka menolak hasil pemilu dengan menuduh ada "kecurangan dan korupsi" di mana Imamoglu menang setelah meraup 13.000 suara setelah terjadi penghitungan ulang.

Kemenangan di Istanbul sangatlah penting karena kota berpopulasi 16 juta jiwa itu merupakan mesin ekonomi sekaligus mengontrol sebagian besar anggara publik di Turki.

Soal Pernyataan Setan Gundul Andi Arief, Sandiaga Uno: Saya Jadi Ingin Tahu Siapa Itu

Erdogan pernah mengatakan memenangkan Istanbul sama seperti menang di seluruh Turki.

Kekalahan di sana termasuk di ibu kota Ankara merupakan imbas dari adanya penurunan ekonomi.

CHP yang sebelumnya menyebut Erdogan sebagai "pecundang buruk" langsung menggelar pertemuan darurat setelah KPU Turki memerintahkan pemilu ulang.

Wakil ketua partai Onursal Adiguzel yang merupakan anggota dewan nasional dari Istanbul menuturkan partai penguasa mengabaikan nilai demokrasi.

"Bertarung melawan AKP diperbolehkan. Namun menang melawan mereka dilarang. Jelas ini merupakan bentuk kediktatoran," sindir Adiguzel di Twitter.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved