Pilpres 2019
Jawaban TKN Aria Bima saat Ditanya Apakah Demokrat Sok Jual Mahal atas Undangan Jokowi untuk AHY
Aria Bima angkat bicara soal pertemuan antara Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan Presiden Jokowi pada Kamis (2/5/2019) lalu.
Penulis: Atri Wahyu Mukti
Editor: Lailatun Niqmah
"Tidak membenturkan massa ke bawah yang sebetulnya itu adalah persoalan-persoalan elitis," tandasnya.
Simak dari menit 5.45.
Tanggapan Demokrat atas Pertemuan AHY dengan Jokowi
Dikesempatan yang sama, sebelumnya Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Jansen Sitindaon turut angkat bicara atas pertemuan AHY dengan Jokowi tersebut.
Tanggapan itu disampaikan Jansen untuk menanggapi soal isu Demokrat akan berkoalisi ke kubu 01, Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin.
Hal itu bermula saat pembawa acara meminta tanggapan Jansen soal Demokrat yang diisukan akan merapat ke kubu Jokowi-Ma'ruf Amin.
Dengan tegas Jansen menampik soal kabar tersebut.
"Kami Partai Demokrat tidak akan meninggalkan teman yang 'sedang kesulitan'," ujar Jansen.
"Jadi Partai Demokrat konsisten akan menjalankan kewajiban politiknya bersama Pak Prabowo sampai nanti kemudian KPU memutuskan siapa yang menang di pilpres ini," sambungnya.
Kendati demikian, ia juga menjelaskan, selesai hasil pilpres diumumkan maka partainya sudah terbebas untuk menentukan arah kebijakan politik ke depannya.
Jansen mengatakan bahwa hal itu tidak hanya berlaku untuk BPN saja, melainkan juga berlaku untuk Tim Kemenangan Nasional (TKN).
"Tapi pasca-selesai pilpres ini, tentu semua partai kembali menjadi bebas, bukan hanya di BPN termasuk yang ada di TKN," papar Jansen.
"Bebas menentukan arah sikap, pilihan, dan kebijakan politiknya," imbuhnya.
• UPDATE Real Count KPU Sabtu 4 Mei 2019 Pukul 07.30 WIB: Jokowi Vs Prabowo, Data Masuk 65%
Mendengar pernyataan tersebut pembawa acara lantas kembali meminta tanggapan Jansen terkait langkah Demokrat pasca-pilpres.
Terlebih setelah pertemuan antara AHY dengan Jokowi tersebut.