Breaking News:

Terkini Nasional

Mengapa Setiap Kali Membaik, Garuda Indonesia Selalu Heboh? Berikut Pandangan Prof Rhenald Kasali

Berikut ini adalah pandangan Guru Besar Universitas Indonesia, Prof. Rhenald Kasali terkait hebohnya Garuda Indonesia.

Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
https://www.garuda-indonesia.com
Garuda Indonesia tak yakin bisa tutup kerugian 

Pemerintah sebagai pemegang saham di satu sisi berkepentingan untuk menyelamatkan uang negara, membuka akses daerah-daerah terpencil dan mengefisienkan BUMN melalui sinergi dan holding BUMN.

Sedangkan PT Trans Airways juga punya bisnis hiburan, content, hotel, travel (Antavaya Group) dan bisnis-bisnis lain yang punya kesempatan berbisnis dengan Garuda.

Pada tahun 1999, menurut ahli manajemen ini, Robby Djohan dan Abdul Gani sempat menyewa jasa biro iklan Matari untuk mengangkat kembali reputasi Garuda.

Setelah keadaan keuangan dan pelayanannya diperbaiki, Garuda berkeyakinan sesuatu telah berubah.

Garuda ingin agar pelanggan-pelanggannya yang sudah sempat bermigrasi ke airlines asing kembali kepadanya. Maka digulirkanlah kampanye “kini lebih baik.”

Tahu apa yang terjadi?

Ternyata banyak pihak yang tersinggung dan meminta iklan tersebut ditarik. Pasalnya, kalau kini lebih baik, berarti manajemen yang dulu tidak baik.

Begitu prasangka mereka.

Pandangan itu didukung oleh pihak-pihak dan oknum-oknum yang menjadi korban penertiban.

Mereka semua ikut menggoyang Garuda dengan tidak mempercayai kemajuan.

Maka baginya sulit mempercayai keadaan hari ini semata-mata masalah pencatatan keuangan.

Bagi seorang CEO, dalam menganalisis Bisnis airlines yang super jumbo seperti Garuda harus penuh perhitungan dan pandai membaca kepentingan, apalagi Garuda Indonesia yang omsetnya USD 4,37 Miliar atau Rp 60,7 Triliun.

Maka perlu kehati-hatian dalam membaca dan memperbaikinya.

Garuda 4.0

Guru Besar UI itu menyatakan, semua pihak harus benar-benar siap penerima perubahan.

Halaman
1234
Sumber: TribunWow.com
Tags:
Garuda IndonesiaRhenald KasaliBadan Usaha Milik Negara (BUMN)
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved