Pilpres 2019

Isu Pindahnya PAN ke Koalisi Indonesia Kerja, Pengamat: Efek Tak Ada Ideologi Antar Partai yang Kuat

Pengamat politik mengatakan isu pindahnya PAN ke Koalisi Indonesia Kerja (KIK) merupakan sistem presidensialisme multipartai. Hal itu bukan hal baru.

Isu Pindahnya PAN ke Koalisi Indonesia Kerja, Pengamat: Efek Tak Ada Ideologi Antar Partai yang Kuat
Kompas.com/MUHAMAD SYAHRI ROMDHON
Calon Presiden nomor urut satu, Joko Widodo berkampanye di lapangan pelabuhan perikanan desa Gebang Mekar, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, Jumat (5/4/2019). Jokowi meminta warga berani melawan hoaks, mengejar target 75 persen, dan memutihkan TPS serta mencoblos baju putih 17 April mendatang. 

TRIBUNWOW.COM - Partai Amanat Nasional (PAN) diisukan pindah ke Koalisi Indonesia Kerja.

Menanggapi hal ini, Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah (UIN) Adi Prayitno turut memberikan komentar.

Menurutnya, perpindahan partai bukanlah hal baru dalam sistem presidensialisme multipartai.

Hal itu lantaram tidak ada batas atau sekat yang tegas, antara pemerintah dan oposisi.

"Dalam sistem presidensialisme multipartai, nyaris tidak ada batas-batas atau sekat politik yang begitu tegas antara mana koalisi pemerintah dan oposisi. Itu bisa dilihat dari sikap politik PAN yang diisukan saat ini," ujar Adi kepada Kompas.com, Senin (29/4/2019).

Sebelum Gabung Koalisi Indonesia Kerja, TKN Sarankan PAN Solidkan Internal

Menurut Adi, perbedaan arah politik antarpartai sebenarnya hanya terjadi saat kampanye pemilu saja.

Namun, setelah pemilu usai, biasanya partai-partai yang berseberangan berlomba-lomba untuk pindah haluan ke koalisi partai yang menang dalam pemilihan presiden (Pilpres). 

Ia menambahkan, berkaca dari isu arah politik PAN, hal itu menunjukkan bahwa tidak ada konflik ideologi politik yang begitu keras antarpartai.

Dengan demikian, partai manapun bisa bergabung ke koalisi manapun, pemerintah atau oposisi.

"Ini efek dari tak adanya ideologi antarpartai yang begitu kuat. Maka, tak bisa dipastikan juga partai-partai yang saat ini ada di KIK bisa solid hingga Pemilu 2024," ucapnya.

Digagas Soekarno dan Kini Direalisasikan Jokowi, Apakah Palangkaraya akan Jadi Ibu Kota Baru RI?

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Lailatun Niqmah
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved