Breaking News:

Pilpres 2019

Ini 4 Dugaan Said Didu soal Penyebab KPU Salah Input Data C1 di Sistem Hitung

Said Didu menuliskan dugaan mengenai penyebab Komisi Pemilihan Umum (KPU) melakukan salah input data Pilpres 2019 di sistem perhitungan (Situng).

Penulis: Roifah Dzatu Azma
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
Tribun Jogja/ Suluh Pamungkas
Ilustrasi Surat Suara 

TRIBUNWOW.COM - Mantan Staf Khusus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Said Didu menuliskan dugaan mengenai penyebab Komisi Pemilihan Umum (KPU) melakukan salah input data Pilpres 2019 di sistem perhitungan (Situng).

Dilansir oleh TribunWow.com, kritik itu disampaikan Said Didu melalui akun Twitternya, @msaid_didu, Jumat (26/4/2019).

Dicuitkan Said Didu, bahwa input data dilakukan oleh KPU Kabupaten atau Kota sehingga ia merilis sejumlah dugaan bagaimana input data terjadi.

"Input data RC @KPU_ID dilakukan oleh KPU Kabupaten/Kota shg kalau ada kesalahan bisa disebabkan :

1) kesalahan input (sengaja atau tdk)

2) kesalahan sistem IT

3) subyektivitas KPU kab/kota memilih TPS yg akan dimasukkan

4) sinkronisasi data masuk di KPU pusat," tulis Sadi Didu.

Ini 4 Dugaan Menurut Sadi Didu Penyebab KPU Salah Input Data di Situng
Ini 4 Dugaan Menurut Sadi Didu Penyebab KPU Salah Input Data di Situng (Twitter @msaid_didu)

Sedangkan dikutip dari Kompas.com, Komisioner KPU Viryan Azis di kantor KPU memberikan sejumlah penyebabnya, saat ditemui di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (24/42019).

Menurut Viryan, kesalahan ini semata-mata karena human error dan apabila menemukan kesalahan dapat diperbaiki.

Disebutkannya, kesalahan entry bukan hanya terjadi pada internal KPU saja.

Melainkan juga masyarakat yang melaporkan ke KPU pusat.

Disebutkannya, kesalahan input data tak hanya terjadi di satu paslon, namun di kedua paslon.

Sehingga ia menepis kecurigaan curang yang dilontarkan untuk pihaknya.

"Kesalahan entry data terjadi di kedua paslon," kata Viryan.

Kemenag akan Gelar Sidang Isbat Awal Ramadan 1440 H pada 5 Mei, Berikut Lokasi Rukyatul Hilal

Penyebabnya, ada yang salah pindai C1, salah upload C1, salah membaca tulisan pada C1, dan sebagainya.

Di beberapa TPS, suara paslon 01 di Situng bertambah dibandingkan dengan perolehan suara di scan C1.

Sebaliknya, suara paslon 02 di data Situng berkurang hal itu juga terjadi di beberapa TPS lainnya.

Suara paslon 01 di Situng berkurang dibanding dengan perolehan suara di scan C1.

Kebalikannya, suara paslon 02 di Situng bertambah dan di beberapa TPS lainnya, data suara paslon 01 maupun 02 di Situng lebih banyak dibanding data perolehan suara pada scan C1.

Penjelasan Zulkifli Hasan soal Pertemuannya dengan Jokowi hingga Isu PAN akan Pindah ke 01

Sebaliknya, di TPS lain, suara paslon 01 maupun 02 di Situng berkurang dibanding peorlehan suara di scan C1.

Ia menuturkan adanya temuan kesalahan ini juga merupakan kesungguhan KPU dalam memberikan keterbukaan pada hasil dan memperbaiki kesalahan.

"Publik yang memberi masukan pada kami, kami ucapkan terima kasih, karena keterbukaan KPU itu maka kekeliruan itu diketahui. Sehingga dengan demikian, ini bagian dari keterbukaan dan transparansi kami sebagai penyelenggara pemilu," kata Viryan.

Gedung KPU Pusat.
Gedung KPU Pusat. (Kompas.com/Fitria Chusna Farisa)

Mahfud MD Yakin KPU Tak Curang

Di acara yang sama, Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD meyakini bahwa Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak melakukan kecurangan dan juga tidak diintervensi oleh pihak manapun.

"KPU itu tidak curang dan tidak diintervensi. Kesalahan itu dilaporkan dua pihak, dan saya juga dapat laporan bahwa ada (catatan real count di situng KPU) yang diuntungkan itu 02," papar Mahfud MD.

Mahfud MD lantas memberikan contoh dari rekap C1 di situng KPU yang menguntungkan kubu 02, dikutip dari program Catatan Demokrasi Kita tvOne.

"Di Jawa Barat itu angka 80 ditulis 800, sementara ini 30 ditulis 130. Di Sumatera itu diduga yang diuntungkan juga 02. Kalau sengaja (curang) pasti yang diuntungkan nomor 01 saja," jelas Mahfud.

Mahfud juga menyebutkan alasan lain dirinya meyakini bahwa KPU tidak berbuat curang.

Ia yakin bahwa KPU memang hanya secara tidak sengaja melakukan kesalahan saat menginput data.

"Ternyata kekeliruan itu tidak sampai sepertiga ribu. Enggak mungkin mau curang kok sepertiga ribu," jelas dia.

"Dari 179 TPS itu yang keliru 89. Itu pun silang, dan itu terkonfirmasi," sambung dia.

Sebut Jokowi dan Prabowo Tak Perlu Rekonsiliasi, Dahnil Anzar: Stop Wacana Seolah Kita Berkonflik

Meski demikian, Mahfud berharap agar tidak perlu ada suara yang hilang.

Pasalnya, menurut Mahfud, suara dalam pemilu itu adalah mandat dari masyarakat.

"Tetapi yang terjadi (kasalahan input) ini kan di bawah, horizontal. Dan banyak hoaksnya juga," ujar dia.

"Oleh karena itu, ke depan mari kita tutup lubang-lubangnya. Undang-Undangnya diperbaiki," tegas Mahfud.

(TribunWow.com/ Roifah Dzatu Azmah/ Atri)

WOW TODAY:

Tags:
Said DiduKomisi Pemilihan Umum (KPU)Mahfud MDPilpres 2019Pemilu 2019
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved