Pilpres 2019
Kritisi Pilpres Terjadi Kecurangan secara Terstruktur, Said Didu: Presiden Wajib Menegur, Tidak Diam
Said Didu menyampaikan kritiknya dengan menyatakan banyak terjadi kecurangan padaa Pilpres 2019.
Penulis: Atri Wahyu Mukti
Editor: Rekarinta Vintoko
7. #pilprescurangTSM. Pelanggaran tersebut harus dinilai pada seluruh tahapan penyelenggaraan pemilu, minimal pada tahapan : 1) penetapan daftar pemilih, 2) kampanye, 3) pelaksanaan pemilihan, 4) pelaksanaan perhitungan suara. Penilaian kecurangan merupakan akumulasi
7. #pilprescurangTSM. Perlu diingat bhw Presiden bertanggung jawab melaksanakan pemilu secara Langsung, Umum, Bebas, Rahasia (LUBER) serta Jujur dan Adil (JURDIL). Artinya jika terjadi kecurangan oleh pihak manapun maka Presiden wajib melarang atau menegur. Tidak diam.

• Bahas soal Rekapitulasi Suara Pilpres 2019 oleh KPU, Teddy Gusnaidi: Curangnya di Mana?
9. #pilprescurangTSM. Demi terwujudnya pemilu yg LUBER dan JURDIL, bagi masyarakat yg mengetahui pelanggaran agar mengungkap ke publik dan melaporkan ke @bawaslu_RI
10. #pilprescurangTSM. Pemimpin yg lahir dari proses pemilihan yang curang dipastikan akan memiliki legitimasi yg rendah dan akan sulit mengelola pemerintahan," papar Said Didu.
Prabowo Merasa Dicurangi
Sebagaimana diketahui, kabar kecurangan dalam pemilu mencuat setelah calon presiden 02, Prabowo Subianto menyatakan pihaknya merasa dicurangi.
Hal itu disampaikan Prabowo saat mendeklarasikan kemenangannya, Kamis (18/4/2019).
"Pada hari ini, Saya Prabowo Subianto menyatakan bahwa saya dan saudara Sandiaga Salahuddin Uno mendeklarasikan kemenangan sebagai presiden dan wakil presiden republik Indonesia tahun 2019-2024, berdasarkan perhitungan lebih dari 62 persen perhitungan real count dan C1," papar Prabowo seperti dilansir oleh Facebook Gerindra.
"Kemenangan ini kami deklarasikan secara lebih cepat, karena kami punya bukti-bukti bahwa telah terjadi usaha-usaha dengan berbagai ragam kecurangan yang terus terjadi di berbagai desa, kelurahan, kecamatan, kabupaten dan kota seluruh Indonesia," imbuhnya.
Selain itu, pernyataan kecurangan itu juga disampaikan Prabowo melalui Twitter miliknya @Prabowo, Rabu (17/4/2019).
• Anggap Wajar Pengerahan Brimob ke Jakarta, TKN: Bagian dari Proses Antisipasi Menjaga Keamanan
Prabowo dengan tegas menyampaikan bahwa proses pemilu kali ini banyak kejadian yang merugikan pihak 02.
Di antaranya, banyak kertas suara yang tidak sampai ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) hingga banyak ditemukan surat suara yang sudah dicoblos.
Bahkan, ia menilai ada sejumlah lembaga survei tertentu yang menggiring opini supaya seolah-olah Prabowo-Sandi mengalami kekalahan.
Kendati demikian, Ketua Umum Partai Gerindra ini mengklaim bahwa dari hasil exit poll di 500 TPS dan hasil quick count dari timnya, kubunya lah yang menang.
Terkait itu, Prabowo meminta kepada seluruh relawan untuk selalu mengawal jalannya proses penghitungan suara hingga selesai dilakukan.