Breaking News:

Terkini Nasional

Hari Angkutan Nasional Jatuh pada Hari Ini, Begini Sejarah Angkutan Umum Pertama di Indonesia

Sejarah hari ini, setiap tanggal 24 April diperingati sebagai Hari Angkutan Nasional.

Editor: Rusintha Mahayusanty Nugrahaningtyas
TribunWow.com/Rusintha Mahayu
Hari Angkutan Nasional 

Pada 25 November 1946, kedua jawatan itu digabungkan berdasarkan Maklumat Menteri Perhubungan RI No.01/DAM/46 sehingga dibentuklah "Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia", disingkat DAMRI.

Tugas utama DAMRI adalah menyelenggarakan pengangkutan darat dengan bus, truk, dan angkutan bermotor lainnya.

Tugas tersebut menjadikan semangat kesejarahan DAMRI yang telah memainkan peranan aktif dalam kiprah perjuangan mempertahankan kemerdekaan melawan agresi Belanda di Jawa.

Tahun 1961, terjadi peralihan status DAMRI menjadi Badan Pimpinan Umum Perusahaan Negara (BPUPN) berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 233 Tahun 1961.

Kemudian pada tahun 1965 BPUPN dihapus dan DAMRI ditetapkan menjadi Perusahaan Negara (PN).

Tahun 1982, DAMRI beralih status menjadi Perusahaan Umum (PERUM) dan berkelanjutan hingga saat ini, di mana PERUM DAMRI diberi tugas dan wewenang untuk menyelenggarakan jasa angkutan umum untuk penumpang dan atau barang di atas jalan dengan kendaraan bermotor.

Saat ini, DAMRI merupakan salah satu perusahaan yang dimiliki pemerintah dibawah Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Situasi Pasca-Pilpres 2019 Disebut Panas, Sejumlah Tokoh Desak Adanya Pertemuan Jokowi dan Prabowo

 

Masalah Mengenai Angkutan Umum

Di balik peringatan Hari Angkutan Nasional masih terselip masalah esensial mengenai sarana angkutan umum di Indonesia.

Bagi masyarakat dimanapun, ketergantungan terhadap angkutan sangat tinggi untuk mendukung mobilitas mereka sehingga keberadaan sarana angkutan umum yang memadai sangat dibutuhkan.

Sebagian besar masyarakat masih menggantungkan diri pada angkutan umum sebagai sarana transportasinya.

Namun, kondisi sarana angkutan umum di Indonesia masih sangat jauh dari kata baik sehingga orang-orang lebih memilih menggunakan dan membeli kendaraan pribadi.

Kendaraan berjalan merayap saat terjadi kepadatan di pintu Tol Pasteur, Kota Bandung, Sabtu (10/9/2016). Kepadatan terjadi akibat warga luar Kota Bandung mengisi libur panjang dan libur Idul Adha. Bandung termasuk salah satu kota di Indonesia yang mendapat indeks kepuasan pengendara rendah.
Kendaraan berjalan merayap saat terjadi kepadatan di pintu Tol Pasteur, Kota Bandung, Sabtu (10/9/2016). Kepadatan terjadi akibat warga luar Kota Bandung mengisi libur panjang dan libur Idul Adha. Bandung termasuk salah satu kota di Indonesia yang mendapat indeks kepuasan pengendara rendah. (Tribun Jabar/Gani Kurniawan)

Yustinus Prastowo: Kebijakan Ahok Bagus, tapi Kebijakan Anies tentang PBB juga Punya Alasan Kuat

Sebagai akibatnya, jalanan dipenuhi oleh mobil pribadi dan motor yang pada akhirnya menimbulkan kemacetan tiada akhir di berbagai penjuru kota.

Bukan hanya itu saja, berbagai masalah yang ada pada angkutan umum masih membuat para pengguna akhirnya merasa tidak nyaman.

Rendahnya kedisiplinan dan juga peraturan yang kurang ditegaskan membuat kondisi dunia angkutan umum di semua moda transportasi menjadi kurang kondusif, contohnya:

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 2/3
Tags:
Angkutan UmumSejarahIndonesia
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved