Terkini Nasional
Peringatan Hari Kopassus Jatuh pada Hari Ini, Berikut Sejarah Pasukan Elite Kebanggaan Indonesia
Bertepatan hari ini, 16 April 2019, merupakan peringatan salah satu pasukan elite kebangaan Indonesia yaitu Hari Komando Pasukan Khusus (Kopassus).
Editor: Rusintha Mahayusanty Nugrahaningtyas
Sedangkan sebagai Komandan Operasinya ditunjuk Letkol Slamet Riyadi.
Operasi khusus tersebut memang berhasil menumpas gerakan pemberontakan itu, namun jumlah korban tewas di pihak TNI juga tidak sedikit.
Setelah dikaji dalam beberapa pertempuran ternyata musuh dengan kekuatan yang relatif lebih kecil sering dan mampu menggagalkan serangan TNI yang kekuatannya jauh lebih besar.
Terdapat sejumlah faktor yang menyebabkan kekalahan di pihak TNI mulai dari semangat anggota pasukan musuk yang lebih tinggi dan perlengkapan yang lebih lengkap.
Kemudian juga dari faktor segi taktik dan pengalaman tempur yang baik serta didukung kemampuan tembak tepat dan gerakan perorangan menjadi faktor penentu.

Anggota Kopassus TNI AD meneriakkan yel-yel usai peringatan HUT TNI ke-67 di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Jumat (5/10/2012) (Tribunnews)
Maka dari itu melihat dari peristiwa tersebut kemudian mengilhami Letkol Slamet Riyadi untuk mempelopori pembentukan suatu satuan yang mampu bergerak cepat dan tepat untuk menghadapi berbagai sasaran di medan yang berat.
Sayangnya, cita-cita Letkol Slamet Riyadi tidak dapat terwujud saat itu karena ia gugur pada salah satu pertempuran berdarah.
Cita-cita Letkol Slamet Riyadi kemudian dilanjutkan oleh Kolonel Alexander Evert Kawilarang.
Pada tanggal 16 April 1952 melalui Instruksi Panglima Tentara dan Teritorial III No. 55/Inst/PDS/52 dibentuklah Kesatuan Komando Teritorium III yang menjadi cikal bakal "Korps Baret Merah".

Mayor Mohammad Idjon Djanbi, mantan perwira pasukan khusus Belanda yang sudah menjadi warga negara Indonesia yang pernah bergabung dengan Korps Special Troopen dan pernah bertempur dalam Perang Dunia II tersebut sipercayakan menjadi Komandan pertama "Korps Baret Merah".
Kopassus Kandang Menjangan Kunjungi Makam Jenderal Sudirman. (Tribunnews)
Seiring berjalannya waktu, satuan ini sempat beberapa kali mengalami perubahan nama.
- Pada Tahun 1952 Resimen Pasukan Komando Angkatan Darat (RPKAD)
- Tahun 1953 mengalami perubahan nama Kesatuan Komando Angkatan Darat (KKAD)
- Tahun 1955 berubah menjadi Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) dengan menambah kualifikasi Para kepada setiap prajuritnya.
- Tahun 1966 satuan ini kembali mengalami perubahan nama menjadi Pusat Pasukan Khusus TNI AD (PUSPASSUS TNI AD).