Terkini Nasional
Peringatan Hari Kopassus Jatuh pada Hari Ini, Berikut Sejarah Pasukan Elite Kebanggaan Indonesia
Bertepatan hari ini, 16 April 2019, merupakan peringatan salah satu pasukan elite kebangaan Indonesia yaitu Hari Komando Pasukan Khusus (Kopassus).
Editor: Rusintha Mahayusanty Nugrahaningtyas
TRIBUNWOW.COM - Bertepatan hari ini, 16 April 2019, merupakan peringatan salah satu pasukan elite kebangaan Indonesia yaitu Hari Komando Pasukan Khusus (Kopassus).
Komando Pasukan Khusus atau yang disingkat Kopassus merupakan bagian dari Komando Utama (KOTAMA) tempur yang dimiliki oleh TNI Angkatan Darat, Indonesia.
Sebagai pasukan elite, Kopasus memiliki kemampuan khusus seperti mampu bergerak cepat di setiap medan, pengintaian, menembak dengan tepat dan anti teror.
Kopasus memiliki sejumlah tugas penting seperti Operasi Militer Perang (OMP) diantaranya yaitu Direct Action berupa serangan langsung untuk menghancurkan logistik musuh, Anti Teror, Advance Combat Intelligence (Operasi Inteligen Khusus) dan Combat SAR.

Kopassus juga memiliki tugas Operasi Militer Selain Perang (OMSP) seperti Humanitarian Asistensi (bantuan kemanusiaan), perbantuan terhadap kepolisian/pemerintah, AIRSO (operasi anti insurjensi, separatisme dan pemberontakan) dan SAR Khusus serta Pengamanan VVIP.
Para prajurit Kopassus mudah sekali dikenali yaitu melalui baret merah yang disandangnya.
Kopassus juga sering disebut sebagai pasukan baret merah.
Sementara itu untuk warna seragam yang dikenakan oleh prajurit Kopassus yaitu baret merah dan loreng darah mengalir.
Markas Kopassus berada di Cijantung, Jakarta Timur.
Kopassus memliki moto Tribuana Chandraca Satya Dharma yang memiliki arti "Berani, Benar, Berhasil".
Sejarah Terbentuknya Kopassus
Dilansir TribunKaltim.co dari Kopassus.mil.id sejarah kelahiran Kopassus tidak terlepas dari rangkaian bersejarah dalam kehidupan bangsa Indonesia.
Tepatnya pada bulan Juli 1950, timbul pemberontakan di Maluku oleh kelompok yang menamakan dirinya RMS (Republik Maluku Selatan).
Pada saat itu pimpinan Angkatan Perang RI saat itu segera mengerahkan pasukan yang bertugas untuk menumpaskan kelompok pembelot tersebut.
Operasi tersebut dipimpin langsung oleh Panglima Tentara Teritorium III Kolonel Alexander Evert Kawilarang.