Breaking News:

Kabar Tokoh

Juru Bicara Komisi Yudisial Ceritakan Akun Medsosnya Sempat Di-hack, Ini yang Dilakukan si Peretas

Juru Bicara Komisi Yudisial, Farid Wajdi menceritakan terkait akun media sosialnya yang sempat di-hack oleh pihak yang tidak bertanggungjawab.

Penulis: Atri Wahyu Mukti
Editor: Rekarinta Vintoko
Serambinews.com
Juru Bicara Komisi Yudisial, Farid Wajdi. 

TRIBUNWOW.COM - Juru Bicara Komisi Yudisial, Farid Wajdi menceritakan terkait akun media sosialnya yang sempat di-hack oleh pihak yang tidak bertanggungjawab.

Hal itu diceritakan farid melalui akun Twitter miliknya, @farid_wajdi70, Senin (15/4/2019).

Farid mengungkapkan, akun media sosialnya sempat diretas dan dikendailkan oleh si pembajak.

Ia juga tampak menautkan kabar soal peretasan akunnya Facebooknya yang terjadi pada tiga tahun lalu.

Said Didu Ragu Laporkan si Peretas Akunnya, Burhanuddin Muhtadi: Alasannya Kok Kurang Meyakinkan

"Akun medsos saya pernah diretas dan sempat di bawah kendali si pembajak.

Akun FB Juru Bicara Komisi Yudisial Farid Wajdi Dihacker," ujar Farid.

Lantas dirinya menjelaskan apa yang dilakukan oleh si peretas saat itu.

Farid mengungkapkan bahwa saat di-hack, peretas melakukan sejumlah permintaan transaksi kepada sanak keluarganya.

Meski banyak yang tidak percaya atas permintaan itu, Farid mengatakan tetap ada keluarganya yang mengirimkan uang kepada peretas akun Facebooknya.

"Si pembajak dalam beberapa saat mengirim permintaan uang kpd beberapa pihak.

Banyak yg tidak percaya atas permintaan uang tsb.

Tetapi krn dilakukan secara massif kpd warganet terlebih familie, tetap ada yg percaya dan mengirimkan sejumlah uang kpd rekening yg ditunjuk si pembajak," papar Farid.

Akunnya Diretas dan Jatuhkan UAS, Said Didu Ragu Lapor Polisi: Kalau Dilaporkan Malah Tidak Bebas

Dirinya menyatakan bahwa akunnya berada di bawah kendali si peretas dalam waktu sekitar tiga hingga empat jam lamanya.

Farid menduga, atas peristiwa tersebut, masih ada korban lainnya selain keluarganya sendiri.

"Akun medsos dikuasai si pembajak lebih kurang dlm waktu 3-4 jam.

Atas kerugian yg dialami familie saya dapat informasi telah melakukan transfer uang Rp.2.500.000,- ke rekening, bukan atas nama saya.

Sangat mungkin ada korban lain, tapi segan atau malu utk menyampaikan hal tsb," jelas Farid.

Atas saran dari rekannya, lantas Farid melaporkan pembajakan akunnya kepada kepolisian dan telah diproses sesuai dengan prosedur.

Kendati demikian, Farid memaparkan bahwa hingga kini dirinya tak memiliki informasi yang cukup terkait perkembangan laporannya itu.

"Atas kejadian tsb dan krn ada beberapa saran dari rekan sejawat saya melaporkan peristiwa tsb kpd pihak berwajib. Laporan diproses sesuai dg prosedur yg ada.

Masalahnya setelah LP dibuat, sampai sekarang saya tidak punya informasi yg cukup tentang progres laporan tsb," kata Farid.

Kicauan Farid Wajdi ceritakan akun Facebooknya yang pernah diretas oleh pihak yang tak bertanggungjawab, Senin (15/4/2019).
Kicauan Farid Wajdi ceritakan akun Facebooknya yang pernah diretas oleh pihak yang tak bertanggungjawab, Senin (15/4/2019). (Twitter/@farid_wajdi70)

Ditanya soal Tujuan Akun Said Didu Diretas, Mahfud MD Sebut Ada Tiga Kemungkinan

Terkait itu, Farid mengatakan maklum jika ada korban peretasan akun media sosialnya yang tidak melaporkannya ke pihak berwajib.

Kemudian, ia menyinggung soal dirinya yang sempat dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik.

Farid mengungkapkan bahwa laporan yang dilayangkan padanya saat itu diproses cepat oleh aparat.

"Jadi, jika ada pihak korban peretasan akun medsos tidak buat laporan saya dapat memaklumi sikap tsb.

Aneh bin ajaib ketika saya dilapor atas dugaan pencemaran nama (KUHP & UU ITE) dlm hitungan minggu laporan tsb langsung diproses.

Selanjutnya saya diproses dalam 2 laporan," ungkap Farid.

Akun Twitter Said Didu Diretas dan Fitnah UAS, Mahfud MD: Pembajak Ingin Mengadu Domba

Kembali lagi ia menegaskan bahwa laporan atas peretasan akunnya hingga kini tidak diketahui sampai dimana perkembangan prosesnya.

"Saya pernah dihubungi petugas via telp-WA, tapi ktka itu tidak terjawab.
Proses selanjutnya saya hubungi lagi si petugas.

Tapi tak ada respons lanjutan.

Singkatnya selepas buat laporan terkait pembajakan akun, laporan tsb sampai kini tak jelas arahnya als status tak jelas," tandas Farid.

Kicauan Farid Wajdi ceritakan akun Facebooknya yang pernah diretas oleh pihak yang tak bertanggungjawab, Senin (15/4/2019).
Kicauan Farid Wajdi ceritakan akun Facebooknya yang pernah diretas oleh pihak yang tak bertanggungjawab, Senin (15/4/2019). (Twitter/@farid_wajdi70)

Pimpin Rapat Persiapan Akhir Pemilu, Wiranto: Pemilih sampai TPS Harus Merasa Aman Tanpa Ancaman

Sementara diberitakan dari situs resmi Bareskrim, akun Facebook dengan nama Farid Wajdi diretas pada 5 April 2016 lalu tepatnya pada pukul 18.00-22.30 WIB.

Mengetahui akunnya diretas, sehari setelahnya lantas Farid memberitahu rekan-rekannya.

Hal itu dilakukannya supaya tidak ada yang menjadi korban penipuan si peretas.

Saat itu, Farid kemudian menyampaikan maafnya kepada sejumlah rekannya yang telah menjadi korban penipuan tersebut.

“Sahabat semuanya. Mohon maaf terdalam sebelumnya. Dengan ini disampaikan bahwa facebook saya sejak jam 18.00-22.30 pada Selasa, 5 April 2016, berada di bawah kendali pembajak/peretas (dihack) pihak yg belum dapat diketahui,” ungkap Farid pada Rabu (6/4/2016) silam.

"Atas semua aktivitas yang mengatasnamakan Farid Wajdi, sesungguhnya bukanlah saya (terkhusus permintaan atau upaya peminjaman uang)."

"Segala sesuatu yang terjadi di luar sepengetahuan atau kehendak saya."

"Kepada pihak-pihak yang telah menjadi (calon) korban, saya mohon maaf, kiranya dikemudian hari tidak terjadi lagi."

"Terima kasih kepada semua pihak yang telah konfirmasi dan telah membantu memberitahu pihak lain, jika facebook ini sempat dibajak pihak lain," tandasnya.

(TribunWow.com/Atri)

WOW TODAY:

Sumber: TribunWow.com
Tags:
Farid WajdiTwitterFacebookKomisi Yudisial
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved