Kabar Tokoh
Partai Demokrat Mengaku 4 Politisinya Jadi Incaran Lawan, Ini Daftarnya
4 orang politisi Demokrat ini disebut-sebut jadi incaran lawan untuk dijatuhkan, siapa saja mereka?
Editor: Lailatun Niqmah
"Melihat dari semua sisi, kami memiliki pandangan memang itu hasil edit dari peretas. Kami tahu siapa Ferdinand dan tidak mungkin melakukan hal itu," katanya.
Bukan hanya akun twitter Ferdinand, Selasa (2/4) malam, Whats App Ketua Divisi Komunikasi DPP Partai Demokrat, Imelda Sari juga diretas.
• Ali Ngabalin Diusir Mahasiswa karena Dianggap Kampanyekan 01, Andi Arief: Prihatin Deh
Dari nomor tersebut, tersebar foto dan video Ferdinand Hutahaean termasuk ke nomor wartawan Tribun. Nomor telepon yang dipakai oleh Imelda saat Tribun hubungi selalu tidak diangkat dan dialihkan.
Renanda membenarkan bahwa ponsel Imelda sudah diretas. Ia pun langsung menghubungi setelah penyebaran foto tersebut.
Namun, bahasa yang dipakai, diyakini bukan dari Imelda. "Dia pakai Aku, Kamu. Saya pikir sejak kapan dia begitu?" tukasnya.
Oleh karenanya, ia merasa perlu mengeluarkan Imelda dari semua grup DPP Demokrat untuk sementara waktu hingga nomor tersebut steril dari peretas. Bukan hanya itu, dia menganggap hal ini sudah terlalu serius untuk menjatuhkan partai.
"Kami merasa ini sudah serius dan sistematis untuk menggerus partai," tegasnya.
Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean, menyambangi Bareskrim Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (2/4).
Kedatangan Ferdinand Hutahaean adalah guna melaporkan peretasan yang terjadi pada akun Twitternya @Ferdinand_Haean dan dua akun emailnya.
Ia sendiri mengaku terakhir mengakses akun Twitter-nya sendiri pada tanggal 28 Maret 2019 sore.
• Najwa Shihab Tak Kuasa Menahan Tawa saat Budiman Sudjatmiko Peringatkan Jansen Sitindaon untuk Diam
"Saya melaporkan peretasan terkait akun Twitter saya dan dua akun email saya terkait akses ilegal melanggar UU ITE," ujar Ferdinand, ketika dikonfirmasi, Selasa (2/4/2019).
Selain itu, ia juga mengaku melaporkan dua foto editan yang disebutnya mencemarkan nama baiknya. Ferdinand menjelaskan bahwa foto tersebut asli namun kemudian di edit seolah-olah ada foto video call.
"Kemudian meaporkan dua foto editan (yang) mencemarkan nama baik saya seolah-olah itu saya. Ada foto saya yang asli, betul, tapi foto video call itu editan, hoaks. Itu turut saya laporkan ke Bareskrim Polri. Jadi ada dua hal (yang saya laporkan) peredaran foto editan itu sama peretasan akun Twitter dan email saya," imbuhnya.
• Soal Debat Cawapres Maruf Amin, Rachland Nashidik: Mengejutkan, Melampaui Ekspektasi Banyak Orang
Lebih lanjut, pria berkacamata itu menegaskan dirinya hanya membuat satu laporan karena meyakini pelaku peretasan serta penyebar foto tersebut adalah orang yang sama.
Namun hingga saat ini dirinya belum mengetahui atau belum bisa menduga siapa pelakunya. Ferdinand menyerahkan hal tersebut kepada aparat penegak hukum.
"(Saya bikin) Satu laporan karena pelakunya saya yakini sama. (Pelakunya) Dalam lidik, biar polisi yang mencari siapa pelakunya," kata dia. (Tribunnews.com/Amryono Prakoso)
TONTON JUGA:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/kadiv-advokasi-dan-bantuan-hukum-partai-demokrat-ferdinand-hutahaean.jpg)