Breaking News:

Terkini Internasional

Tradisi Setrika Payudara, Praktik dari Afrika Barat yang Masih Terjadi di Inggris

Menyetrika payudara, praktik dari Afrika barat yang masih terjadi di Inggris. Departemen dalam negeri meminta guru agar melapor bila ada praktik ini.

Face2Face Africa
Tradisi Setrika Payudara 

TRIBUNWOW.COM - Kesadaran bahwa praktik menyetrika payudara masih terjadi harus menjadi bagian dari kurikulum wajib di sekolah untuk melindungi anak perempuan, kata badan pendidikan nasional Inggris.

Praktik ini dilakukan dengan menyetrika payudara dengan benda panas sehingga tidak tumbuh dan tidak menarik perhatian laki-laki.

Anggota parlemen dari partai konservatif, Nicky Morgan mengatakan para guru juga harus diedukasi karena "mereka memiliki peran penting."

Lira Turki Anjlok, Erdogan Tuduh Amerika Serikat dan Negara Barat Jadi Penyebabnya

Departemen dalam negeri mengatakan para guru berkewajiban untuk melapor bila menemukan praktik ini.

'Tidak boleh menangis'

"Kinaya" - bukan nama sebenarnya - tinggal di Inggris.

Keluarganya adalah keturunan Afrika barat - tempat di mana tradisi menyetrika payudara berasal - dan tradisi itu dikenakan padanya saat ia berusia 10 tahun.

Dia menceritakan ibunya mengatakan kepadanya bahwa "Jika ibu tidak menyetrika payudaramu, pria akan mulai mendatangi kamu untuk berhubungan seks denganmu".

Umumnya, ibu si anak lah yang akan melakukan setrika payudara, yang biasanya dilakukan dengan memanaskan batu atau sendok pada nyala api kemudian menggunakannya untuk menekan, memijat atau meratakan payudara.

Praktik itu bisa berlangsung berbulan-bulan.

"Waktu tidak bisa menghapus rasa sakit seperti itu," Kinaya menjelaskan.

"Kamu bahkan tidak diperbolehkan menangis. Jika kamu menangis, kamu dianggap telah membuat malu keluargamu, kamu bukan 'gadis yang kuat'."

Truk Tabrak Kerumunan Warga di Guatemala, 32 Orang Tewas

Kinaya sekarang sudah dewasa dan memiliki seorang anak perempuan.

Ketika anak sulungnya berusia 10 tahun, ibunya mengusulkan agar Kinaya menyetrika payudara anaknya.

"Saya berkata, 'Tidak, tidak, tidak, tidak ada anak saya yang akan mengalami apa yang saya alami, karena saya masih trauma dengan tradisi itu."

Halaman
123
Sumber: BBC Indonesia
Tags:
Afrika BaratInggrisPayudara
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved