Terkini Daerah

Viral Video Pengakuan Wahyu Jayadi yang Bunuh Karyawati UNM: Rasa Memiliki Siti terhadap Saya Tinggi

Viral video pengakuan Wahyu Jayadi pelaku pembunuhan karyawati UNM, Siti Zulaeha Djafar Kamis (21/3/2019). Pelaku ungkap perasaan korban pada pelaku

Viral Video Pengakuan Wahyu Jayadi yang Bunuh Karyawati UNM: Rasa Memiliki Siti terhadap Saya Tinggi
DOK PRIBADI
Wahyu Jayadi dengan Siti Zulaeha Djafar. 

"Saya secara pribadi sangat menyesal atas apa yang saya lakukan," kata Wahyu Jayadi Minggu (24/3/2019).

Dalam keterangannya pula, Wahyu Jayadi mengaku tidak berniat untuk menghabisi nyawa korban.

"Secara pribadi sekali lagi saya ucapkan permohonan maaf. Saya tidak ada niat untuk menghabisi," tutur Wahyu Jayadi.

Tak hanya itu, Wahyu Jayadi juga menyesali perbuatannya dan memohon maaf pada keluarga korban.

"Permohonan maaf yang sangat dalam kepada keluarga besar Almarhum. Saya sangat menyesali apa yang telah saya lakukan," tandas Wahyu Jayadi.

Viral di Facebook, Video Ibu dan Anak Pura-pura Jadi Tamu Undangan untuk Curi Amplop di Kondangan

Wahyu Jayadi dengan Siti Zulaeha Djafar.
Wahyu Jayadi dengan Siti Zulaeha Djafar. (DOK PRIBADI)

Kronologi Pembunuhan

Dikutip dari TribunTimur.com, aksi pembunuhan yang dilakukan oleh Wijaya bermula dari kencan yang dilakukan keduanya sepulang bekerja di UNM.

Korban dan pelaku yang berkantor di lantai II, Menara Phinsi UNM, Jalan Andi Pangerang Petta Rani, Makassar, berjanji untuk saling bertemu di kantor PT Telkom Tbk yang letaknya tak jauh dari lokasi korban dan pelaku bekerja.

Mereka kemudian bertemu di tempat janjian pada Kamis (21/3/2019) sekitar pukul 17.00 Wita.

Setelah saling bertemu, korban dan pelaku kemudian berjalan beriringan menuju ke pertokoan Permata Sari, Jalan Sultan Aluddin, yang letaknya berada di depan kampus UIN Alauddin, Jalan Sultan Alauddin, Makassar.

Di tempat itu, pelaku Wijaya menitipkan mobil miliknya SUV mid-size merek Suzuki Escudo.

Mereka kemudian berjalan bersama menggunakan mobil Daihatsu Terios milik Siti Zulaeha.

Berdasarkan keterangan dari pelaku, saat korban bertemu dengan Wijaya, dirinya sempat meminta plastik yang hendak digunakan untuk buang air kecil.

Karyawati UNM Tewas Ditangan Dosen Bergelar Doktor, Begini Kronologi hingga Motif Pelaku

Barang bukti mobil Daihatsu Terios milik korban dipasangi garis polisi di Mapolres Gowa, Jl Syamsuddin Tunru. Satreskrim Polres Gowa masih terus melakukan penyidikan mendalam terkait dugaan pembunuhan Staf Biro Administrasi Umum, Universitas Negeri Makassar (UNM), Siti Zulaeha Djafar.
Barang bukti mobil Daihatsu Terios milik korban dipasangi garis polisi di Mapolres Gowa, Jl Syamsuddin Tunru. Satreskrim Polres Gowa masih terus melakukan penyidikan mendalam terkait dugaan pembunuhan Staf Biro Administrasi Umum, Universitas Negeri Makassar (UNM), Siti Zulaeha Djafar. (TRIBUN TIMUR/ARI MARYADI)

Namun tidak dijelaskan oleh pelaku mengapa korban tidak keluar dari mobil untuk buang air kecil di toilet.

Setelah korban selesai buang air kecil, keduanya melanjutkan perjalanan menggunakan mobil korban.

Dalam perjalanan itu, Wahyu Jayadi membunuh korban dengan cara mencekik dan memukuli wajah korban.

Mengetahui korban dalam kondisi tewas, pelaku kemudian berusaha menutupi aksinya dan menghilangkan jejak.

Pelaku membuat skenario seolah korban tewas lantaran aksi perampokan.

Menghilangkan jejak bekas cekikan, pelaku menutupi leher korban menggunakan seat belt.

Dijelaskan pula oleh pelaku, korban diketahui sempat melawan dan mencakar tangan pelaku.

Tidak hanya itu, pelaku juga memecahkan kaca depan mobil korban agar terlihat lebih meyakinkan.

Pelaku juga menghancurkan ponsel milik korban untuk menghilangkan jejak.

Seusai membunuh korban, pelaku tak lantas pulang ke rumah.

Siti Zulaeha Djafar menjadi korban pembunuhan dosen UNM
Siti Zulaeha Djafar menjadi korban pembunuhan dosen UNM (DOK PRIBADI/ TribunGowa)

Jadi yang Terakhir Ditemui Karyawati UNM Sebelum Tewas, Pelaku Ternyata Sudah Dianggap Keluarga

Istri pelaku menjelaskan, pelaku baru ditemui berada di rumah pada petang pada dini hari mendekati shubuh.

Sang istri juga menjelaskan bahwa pelaku belum juga berada di rumah sekitar pukul 22.00 Wita.

Perasaan gundah tidak hanya dialami oleh istri pelaku, suami korban bahkan menelepon pelaku untuk menginformasikan bahwa Siti Zulaeha tak kunjung kembali ke rumah.

Hal tersebut dilakukan oleh suami korban saat belum mengetahui bahwa orang yang sudah dianggap keluarga bagi Siti Zulaeha tega membunuh korban.

Selang satu hari dari pembunuhan tersebut, jasad korban ditemukan pada Jumat (22/3/2019) oleh seorang warga.

Mayat tersebut ditemukan di Jalan Poros Japing, Dusun Japing, Desa Sunggumanai, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Warga yang menemukan jasad tersebut adalah Rusdi (31) yang merupakan pengawas proyek bangunan sekitar pukul 08.30 Wita.

Saat ditemukan di dalam sebuah mobil yang terparkir, jasad korban sudah dalam kondisi membiru dan membusuk.

Dilihat oleh Rusdi, korban ditemukan dengan kondisi leher diikat dengan menggunakan sabuk pengaman kendaraan.

Ia kemudian melaporkan kejadian tersebut pada kepolisian.

TONTON JUGA:

 (TribunWow.com)

Ikuti kami di
Penulis: Nila Irdayatun Naziha
Editor: Rekarinta Vintoko
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved