Pilpres 2019
Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Turun, TKN Nilai Undecided Voter Jadi Penyebabnya
TKN menilai penurunan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf disebabkan karena perilaku warga yang belum menentukan pilihan.
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Eva Kusuma Sundari menilai penurunan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf disebabkan karena perilaku warga yang belum menentukan pilihan (undecided voter).
"Kalau undecided voternya terbuka, Jokowi naik. Nah kalau undecided voters-nya itu enggak mau jawab dan ngomong rahasia, itu Pak Jokowi rendah," kata Eva saat dihubungi, Jumat (22/3/2019).
Hal ini disampaikan Eva menyikapi hasil survei Litbang Kompas 22 Februari-5 Maret 2019 yang menunjukkan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf turun 3,4 persen dalam waktu enam bulan.
• Reaksi Faldo Maldini saat Relawan Jokowi Amsori Nilai Kubu 02 Terlalu Gampang Percaya Hoaks
Pasangan petahana yang semula dipilih oleh 52,6 persen responden di Oktober 2018, kini elektabilitasnya tinggal 49,2 persen.
Di rentang waktu yang sama, elektabilitas pesaingnya Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengalami kenaikan 4,7 persen, dari 32,7 persen menjadi 37,4 persen.
Selisih suara antara kedua pasangan menyempit menjadi 11,8 persen.
Adapun responden yang merahasiakan jawabannya sebesar 13,4 persen.
Menurut Eva, jajak pendapat yang dilakukan Litbang Kompas memiliki kemiripan dengan survei "Polmark", lembaga survei milik Eep Saifullah Fatah.
• Di Hadapan Masyarakat Denpasar, Jokowi: Kalau Saya Agak Error, Mohon Maaf
Pada survei itu, angka undecided voter juga cukup tinggi.
"Di riset-riset yang undecided voternya kecil itu Jokowi selalu perolehannya di atas 50 persen, bahkan sampai ada yang 58 persen. Itu ada ada di tujuh atau delapan lembaga survei. Tapi di dua riset, risetnya Eep dan Kompas itu Jokowi di sekitar 50-an persen saja. Ternyata undecided voters-nya tinggi," kata Eva
Eva karena itu berpendapat, perolehan elektabilitas yang berada di kisaran 50 persen disebabkan perilaku undecided voter.
Kendati demikian, Eva meyakini mayoritas undecided voter itu pada akhirnya akan memilih pasangan nomor urut 01 pada pilpres 17 April nanti.
"Ini indikasinya gampang, ternyata undecided voter kecenderungannya pro ke Jokowi. Jadi saya enggak khawatir bahwa nanti ketika pencoblosan itu Pak Jokowi perolehannya akan 58 persen. Ya di sekitar itu," ujar politisi PDI-P ini.
"Jadi undecided voter itu kalau mau dipolarisasi di bagi ke dua kandidat, lebih banyak memilih Pak Jokowi," sambung dia.
• Bandingkan Usia Rakyat dengan Usia Jokowi, Rocky Gerung Dapat Sambutan Riuh Para Pendukung 02
Oleh karena itu, Eva menegaskan bahwa penurunan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf bukan karena mesin partai yang tidak maksimal bekerja.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/urut-joko-widodo-dan-maaruf-amin-3.jpg)