Pilpres 2019
Perbandingan Hasil Survei Pilpres Terbaru 5 Lembaga: Jokowi-Ma'ruf Vs Prabowo-Sandiaga
Jelang pemungutan suara Pilpres 17 April 2019 mendatang, 5 lembaga survei telah merilis hasil penelitian terbaru mereka.
Penulis: Laila N
Editor: Claudia Noventa
4. Prabowo-Sandiaga Pepet Jokowi-Ma'ruf
Foto Desain Surat Suara Pilpres yang Diresmikan.
Lembaga Survei dan Polling Indonesia (SPIN) telah merilis hasil penelitian terbaru mereka terkait elektabilitas kandidat di Pilpres 2019.
Dalam hasil survei tersebut, pasangan 02 Prabowo-Sandiaga memepet Jokowi-Ma'ruf Amin.
Pasangan Jokowi-Ma'ruf tampak memperoleh angka 49 persen.
Sedangkan Prabowo-Sandiaga 41 persen.
Selisih angka 01 dan 02 terpaut sedikit, yakni hanya 8 persen saja.
Sementara 10 persen responden sisanya belum memberikan jawaban atau menentukan pilihan.
Menurut Direktur SPIN, Igor Dirgantara, petahana seperti ketinggalan momen, sehingga elektabilitasnya turun.
"Dalam periode masa kampanye bulan November 2018 sampai Januari 2019, petahana seperti kehilangan momentum yang membuat kompetitornya bisa menipiskan ketertinggalan,"ujar Igor dikutip dari Tribunnews.com saat berada di Bakoel Koffee, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (7/3/2019).
Sementara itu, survei ini dilakukan pada 27 2018 Desember hingga 8 Januari 2019.
Adapun responden yang dilibatkan adalah 1.213 orang.
Metode survei menggunakan multistage random sampling, dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
Sedangkan margin of error survei kurang lebih 3 persen.
Dalam pertanyaan tertutup, para responden mengaku mengkhawatirkan lapangan kerja dan pengangguran (68 persen), harga kebutuhan pokok yang naik (64 persen) dan korupsi (52 persen).
Tiga hal itu menurut Igor mempengaruhi jarak elektabilitas dua paslon yang semakin mengecil.
Tak hanya itu, terkait ekonomi, responden sebanyak 73 persen mengatakan karena harga sembako yang naik.
Kemudian pengangguran 44 persen.
Dari survei, hanya 4 persen responden saja yang menilai harga kebutuhan pokok turun.
Jumlah itu terpaut jauh lantaran 59 persen mengaku harga bahan pokok naik, dan 37 persen sisanya mengaku harganya sama saja (tidak naik).
Isu-isu ekonomi yang diangkat paslon 02 membawa tren positif bagi responden, sehingga meningkatkan tingkat kesukaan di mata publik.
Igor menilai, persaingan dua paslon akan semakin ketat, jelang pemungutan suara 17 April 2019 nanti.